Notification

×

Adsense atas

Adsen

Total Kerugian Kasus Skimming Kalsel Tembus Rp1,9 Miliar, 94 Nasabah Jadi Korban

Rabu, 03 Agustus 2022 | 14:14 WIB Last Updated 2022-08-03T07:14:01Z

(dok. kalimantanlive.com)


Banjarmasin, fajarharapan.id - Kasus kejahatan skimming yang menimpa sebanyak 94 nasabah Bank Kalsel, Senin 1, Agustus 2022 lalu, mengakibatkan kerugian sebesar Rp 1,9 miliar.


Berdasarkan hasil investigasi Tim Penanganan Skimming Bank Kalsel, tercatat 94 nasabah telah terverifikasi dan terbukti mengalami tindak skimming dengan nilai kerugian mencapai Rp1,9 miliar.


Lebih lanjut, ditemukan bahwa penggunaan transaksinya berada di luar wilayah Kalimantan Selatan.


Tindak skimming yang saat ini menimpa nasabah Bank Kalsel, menjadi perhatian serius dari manajemen Bank Kalsel. Salah satunya dengan membentuk Tim Penanganan Skimming Bank Kalsel.


Fungsi utamanya adalah melakukan verifikasi kepada nasabah yang telah melapor untuk kemudian dilakukan penggantian terhadap kerugian yang dialaminya.


Direktur Utama Bank Kalsel, Hanawijaya menuturkan, sudah dilakukan penggantian kepada nasabah yang terverifikasi skimming sesuai dengan nilai kerugian yang dilaporkan.


“Tindakan ini perlu diambil secara cepat dan tepat, dimana hal ini sebagai bentuk komitmen Bank Kalsel untuk selalu memastikan nasabah sebagai prioritas utama agar selalu merasa aman dan nyaman” jelas Hanawijaya, sebagaiman pressrelease yang diterima Kalimantanlive.com, Rabu (3/8/2022).


Bank Kalsel memahami sepenuhnya keresahan dan kecemasan nasabah yang mengalami tindak skimming dan telah mengambil langkah hukum dengan melaporkan ke Polda Kalsel.


Dipimpin oleh Direktur Utama dan Direktur Operasional Bank Kalsel, Hanawijaya dan Ahmad Fatrya Putra, dengan didampingi Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Konsultan Hukum Bank Kalsel, menyambangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Kalsle untuk melaporkan kasus skimming yang terjadi di Bank Kalsel, Selasa (2/8/2022) sore.


Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Subdit V Tipidsiber Polda Kalsel untuk ditindaklanjuti.


“Laporan telah kami lakukan kepada Polda Kalsel yang dalam hal ini langsung ditindaklanjuti oleh Subdit V Tindak Pidana Siber. Secara umum pelaporan menyangkut kasus skimming yang telah merugikan nasabah Bank Kalsel. Atas hal tersebut, kami mengharapkan pelaku dapat ditemukan dan diadili sesuai hukum yang berlaku, sehingga hal serupa tidak terjadi lagi dimasa akan datang,” tegas Hanawijaya.


Seperti diberitakan sebelumnya diketahui, sejumlah nasabah Bank Kalsel melaporkan saldo tabungannya berkurang secara tiba-tiba pada Senin (1/8/2022).


Mereka lalu ramai ramai melakukan pengecekan saldo tabungannya baik melalui ATM Bank Kalsel maupun mendatangi kantor cabang Bank Kalsel terdekat.


Direktur Utama Bank Kalsel, Hanawijaya dalam konferensi pers pada Senin (1/8/2022) memastikan telah melakukan langkah-langkah antisipasi untuk menyetop terjadinya dugaan praktik skimming yang menimpa sejumlah nasabahnya.


Langkah pertama yang dilakukan Bank Kalsel adalah mematikan magnetic stripe pada kartu ATM Bank Kalsel agar aksi skimming tak bisa lagi bisa beroperasi, namun nasabah tetap bisa menarik dananya via ATM.


Mengingat umumnya pelaku kejahatan skimming beraksi dengan memasang alat skimmer di ATM untuk merekam kode kartu ATM dan nomor PIN, nasabah di minta selalu berhati-hati saat bertransaksi.


Nasabah juga diimbau agar sering-sering mengganti PIN ATM, menutup tangan saat menekan nomor PIN di ATM, atau bertransaksi menggunakan fitur tarik tunai tanpa kartu (Cardless) dan mobile banking.


Kalimantanlive.com/eep


ADSEN KIRI KANAN