Notification

×

Adsense atas

Adsen

Terungkap, Intelijen Ukraina Paksa Warganya Jadi Mata-Mata di Rusia sejak 2014

Sabtu, 27 Agustus 2022 | 10:15 WIB Last Updated 2022-08-27T03:56:36Z

  

Dinas intelijen Ukraina dilaporkan merekrut paksa warganya untuk menjadi mata-mata di Rusia 

MOSKOW - Dinas Keamanan Ukraina (SBU) diyakini merekrut warganya untuk menjadi mata-mata di Rusia. Mereka dikirim ke beberapa wilayah Rusia sejak 2014 atau setelah pencaplokan Semenanjung Krimea.


Seorang sumber di lembaga penegak hukum mengatakan tugas utama dari para agen itu adalah mengumpulkan data seputar militer Rusia di Krimea serta wilayah lain, sebagaimana dikutip iNews.id.


"Dinas khusus Ukraina menekan warga Ukraina yang melintasi perbatasan dengan wilayah yang dikuasai Rusia, melibatkan mereka dalam kegiatan terorisme kriminal. Mereka dipaksa untuk mengumpulkan data tentang pergerakan pasukan Rusia di Krimea, mengirim koordinat penyebaran pasukan dan jumlah unit, serta lokasi-lokasi penting di Semenanjung Krimea," kata sumber tersebut, kepada Sputnik, dikutip Sabtu (27/8/2022).


Menurut dia, misi tersebut masih berlanjut hingga hari ini. Warga Ukraina yang rutin memasuki wilayah dikuasai Rusia sering menjadi sasaran pemaksaan dinas intelijen.


"Tidak hanya pengemudi taksi, kurir, atau warga yang secara rutin mengunjungi kerabat mereka yang menjadi korban perekrutan, warga lain yang melintasi perbatasan juga menghadapi pemerasan oleh dinas rahasia Kiev," katanya.


Sumber tersebut menambahkan, SBU serta otoritas keamanan perbatasan memeras warga dengan berbagai ancaman, seperti tak akan mengizinkan mereka masuk Ukraina selama 5 tahun bahkan membakar mobil.


Krimea direbut Rusia pada 2014, setelah hasil referendum menunjukkan lebih dari 96 persen pemilih setuju dengan reunifikasi. Namun Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Selasa lalu menegaskan pemerintahannya akan merebut kembali Krimea.(*)


ADSEN KIRI KANAN