Notification

×

Adsense atas

Adsen

Presiden Zelensky Masih Berharap China Tak Bantu Rusia dalam Perang

Rabu, 03 Agustus 2022 | 19:55 WIB Last Updated 2022-08-03T12:55:38Z

 

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.



CANBERRA  - Presiden Volodymyr Zelensky meminta China tak membantu Rusia melawan Ukraina. Dia berharap minimal China dapat bersikap netral menanggapi konflik Rusia-Ukraina.  


Pernyataan ini disampaikan Zelensky saat berdiskusi online dengan mahasiwa dari 21 universitas di Australia, Rabu (3/8/2022). Diskusi ini digelar oleh Universitas Nasional Australia di Canberra.


Saat itu, seorang mahasiswa meminta pendapat Zelensky terkait sikap China. Zelensky mengaku lebih suka Beijing bergabung dengan negara Amerika Serikat dan Australia yang telah mengutuk invasi Rusia, sebagaimana dikutip iNews.id. 


“Untuk saat ini, China sedang menyeimbangkan dan memang memiliki netralitas. Dan saya akan jujur, netralitas ini lebih baik daripada China bergabung dengan Rusia,” kata Zelensky melalui penerjemah dari Ukraina.


Dia juga menambahkan, penting bagi Ukraina bahwa China tak membantu Rusia. Selain itu, Zeleksy berterima kasih kepada pemerintah Australia karena memberi Ukraina lebih banyak dukungan daripada negara lain mana pun di luar NATO. 


Sebelumnya, China telah menolak untuk mengkritik perang Rusia di Ukraina atau bahkan menyebutnya sebagai invasi untuk menghormati Moskow. China juga mengutuk sanksi yang dipimpin AS terhadap Rusia dan menuduh Barat memprovokasi Moskow.


Presiden China, Xi Jinping mengatakan, menjatuhkan sanksi dapat bertindak sebagai pedang bermata dua. Komunitas global akan menderita karena sanksi tersebut berdampak pada tren ekonomi global dan arus keuangan.(*)



ADSEN KIRI KANAN