Notification

×

Adsense atas

Adsen

Polisi Deteksi Dugaan Dana Skimming Bank Kalsel Mengalir ke Bali

Selasa, 23 Agustus 2022 | 08:38 WIB Last Updated 2022-08-23T01:38:00Z

 

Kabid Humas Polda Kalimantan Selatan Kombes Pol Mochamad Rifa`i saat memberikan keterangan. 



BANJARMASIN - Penyidik Subdit V Tipidsiber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Selatan mendeteksi dugaan aliran dana kasus skimming ATM Bank Kalimantan Selatan (Kalsel). Salah satunya ke Bali.


"Jadi penyidik terus melakukan penelusuran mulai Manado, Jakarta, Sukabumi sampai mengerucut ke Bali," kata Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Mochamad Rifa'i di Banjarmasin, Senin, (22/8/2022), sebagaimana dikutip iNews.id.


Atas pengembangan penyidikan yang terus mengalami kemajuan, kata dia, diharapkan tersangka bisa segera terungkap.


Diakui Rifa'i, proses pengungkapan kasus skimming tidaklah mudah. Penyidik perlu melakukan pendalaman termasuk melibatkan para ahli. Hingga kini sudah 15 saksi dimintai keterangan. Rinciannya, tiga dari pihak Bank Kalsel dan 12 orang dari luar perbankan milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan itu.


Sebelumnya polisi juga telah menemukan alat skimming di salah satu lokasi anjungan tunai mandiri (ATM) milik Bank Kalsel yang kini menjadi alat bukti.


Tak seperti alat skimming bermetode pindai kartu, alat diduga skimming yang ditemukan dalam kasus ini terpasang pada kabel jaringan internet. Posisinya terpasang pada kabel LAN (local area network), semacam router untuk menghubungkan perangkat ke jaringan internet.


Terkait mekanisme dan cara kerja alat tersebut, penyidik masih mendalaminya dengan melibatkan ahli dari Laboratorium Forensik Kepolisian. 


Diketahui kasus skimming Bank Kalsel mengakibatkan total dana yang raib dari 94 nasabah mencapai Rp1,9 miliar.(*)




ADSEN KIRI KANAN