Notification

×

Adsense atas

Adsen

Pengembang Perumahan di Sampit Diingatkan Siapkan Pengelolaan Sampah

Kamis, 25 Agustus 2022 | 23:28 WIB Last Updated 2022-08-26T02:25:01Z

Bupati Halikinnor saat meninjau salah satu depo sampah di Sampit, beberapa waktu lalu.


Sampit, fajarsumbar.com - Perusahaan pengembang perumahan di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur diingatkan untuk menyiapkan pengelolaan sampah. Tujuannya agar warga di permukiman tersebut nantinya tidak kesulitan membuang sampah sehingga tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari. 


Bupati Halikinnor mengatakan, permasalahan sampah masih sering dikeluhkan masyarakat. Ini menjadi perhatian serius pihaknya karena juga menyangkut kebersihan dan berkaitan dengan kualitas kesehatan masyarakat. 


Pengelolaan sampah di kawasan perumahan turut andil dalam menyelesaikan mengantisipasi dan menyelesaikan masalah ini. Pengembang perumahan seharusnya menyiapkan pengelolaan sampah, mulai dari tempat pembuangan sampah serta kerja sama dalam hal pengangkutan sampah. 


"Nanti ini akan kita tegaskan sebagai salah satu syarat dalam pengurusan perizinan. Pengembang perumahan harus menyiapkan tempat pembuangan sampah. Jangan sampai nanti itu menjadi masalah. Kalau sudah disiapkan dari awal, kan lebih mudah untuk pengangkutannya," ujar Halikinnor di Sampit, Kamis (25/8/2022). 


Keberadaan tempat pembuangan sampah di kawasan permukiman seperti di perumahan, diharapkan bisa membantu mengurai masalah persampahan. Nantinya warga bisa membuang sampah di tempat pembuangan yang sudah disiapkan pihak pengembang, selanjutnya petugas akan mengangkutnya ke depo sampah terdekat. 


Kondisi yang sering terjadi, ada saja warga yang membuang sampah sembarangan di pinggir jalan atau lahan kosong. Padahal itu akan menyulitkan petugas kebersihan untuk memungut dan mengangkut sampah untuk dibawa ke depo sampah. 


Masyarakat juga diimbau membantu dalam menangani masalah sampah. Partisipasi warga bisa diwujudkan dengan membuang sampah pada tempat dan waktu yang sudah ditentukan sehingga akan memudahkan petugas dalam mengangkut sampah. 


"Jika membuang sampah ke depo sampah juga jangan asal lempar. Pastikan dibuang benar-benar ke dalam depo sehingga sampah tidak berserakan. Peran warga juga sangat penting dalam penanganan masalah sampah," ujar Halikinnor.


Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur juga berencana menambah armada yaitu truk pengangkut dan alat berat untuk memuat sampah untuk menangani permasalahan sampah di Sampit yang masih sering dikeluhkan masyarakat. 


"Mudah-mudahan keuangan kita memungkinkan di APBD Perubahan nanti kita akan pengadaan loader (alat berat pengangkat material), minimal satu di Kecamatan Ketapang dan satu di Baamang karena efektivitas dengan alat itu untuk membuat sampah lebih cepat dan lebih maksimal diangkut," katanya. 


Menurut Halikinnor, penanganan sampah memang memerlukan perhatian serius. Hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah karena dihadapkan pada keterbatasan armada dan personel, sementara volume sampah setiap harinya terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk, salah satunya ditandai terus bertambahnya perumahan. 


Penambahan armada dan fasilitas menjadi keharusan yang menjadi prioritas untuk efektivitas pengangkutan sampah. Sementara itu petugas tetap diperlukan untuk operasional dan pengaturan sehingga sampah tidak sampai berhamburan di kawasan depo dan menimbulkan bau. (Audy Valent/Rj)


ADSEN KIRI KANAN