Notification

×

Adsense atas

Adsen

Pengadaan Alkes CT Scan di RSUD Lubuk Sikaping Medesak

Selasa, 30 Agustus 2022 | 14:07 WIB Last Updated 2022-08-30T07:07:41Z

.


Lubuk Sikaping, fajarharapan.id  - Di tengah berbagai upaya yang tidak pernah henti untuk peningkatan kualitas pelayanan di RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Lubuk Sikaping di Kabupaten Pasaman, semakin terasa bahwa rumah sakit milik pemerintah daerah itu masih membutuhkan sejumlah alkes (alat kesehatan) lainnya, dimaksudkan agar semakin banyak anggota masyarakat yang terlayani.


Menurut Dirut (direktur utama) RSUD Lubuk Sikaping dr. Yong Marzuhaili di Lubuk Sikaping, Selasa (30/8/2022), salah satu jenis alkes yang mendesak dibutuhkan oleh rumah sakit itu adalah CT Scan, yaitu untuk melayani pasien penderita stroke.


"Kita telah mengusulkan ke pemerintah daerah untuk pengadaan alkes CT Scan itu," sebut dr. Yong. "Kita berharap bisa ditampung di DAK (dana alokasi khusus) tahun anggaran 2023, dan rumah sakit ini segera memiliki alkes CT-Scan," tambahnya.


Dijelaskan Dr. Yong, oleh karena perubahan gaya hidup yang ditunjang sejumlah faktor lainnya, jumlah masyarakat yang terkena stroke dan penyakit gangguan pada otak dan pembuluh darah cenderung terus meningkat, tidak terkecuali di Kabupaten Pasaman.


Yang kemudian menjadi masalah, menurut dr. Yong, RSUD yang ia pimpin belum memiliki alkes untuk menangani penyakit seperti itu. "Solusi yang selama ini kita tempuh adalah dengan merujuk pasien ke Bukittinggi," tambahnya.


"Kalau sudah begini, konsekuensinya adalah penambahan biaya yang mesti dipikul pasien atau keluarga pasien," sebut dr. Yong. Tak masalah bagi pasien mampu, tapi bagi pasien yang kurang mampu persoalan semacam ini merupakan sesuatu yang berat untuk dipikul. 


"Kalau rumah sakit ini sudah punya CT Scan, kita tentu akan bisa menangani pasien semacam itu," tambah dr. Yong. Tidak diperoleh informasi, apakah RSUD Lubuk Sikaping sudah memiliki dokter spesial untuk menangani penderita penyakit stroke.


Ia menyebut contoh alat cuci darah, yang baru saja dimiliki oleh RSUD itu. "Alat (cuci darah) ini terasa sekali sangat membantu," ungkapnya. Pasien tidak perlu lagi dirujuk ke Bukittinggi karena para tenaga medis di RSUD itu sudah bisa menanganinya.


"Kasihan penderita gagal ginjal yang sudah tergolong parah, yang harus menjalani cuci darah dua kali dalam sepekan," ungkapnya. Tapi setelah RSUD Lubuk Sikaping memiliki alat cuci darah, ditambahkan dr. Yong, para pasien seperti itu sudah bisa menekan biaya pengobatan penyakitnya.


Dokter Yong bersyukur Bupati Pasaman Benny Utama dan Wakil Bupati Sabar AS memiliki perhatian yang besar terhadap rumah sakit yang ia pimpin. Terakhir, menurut dr. Yong, Bupati Benni meminta pihaknya memfasilitasi putera-putera Pasaman yang berkeinginan untuk mengambil program pendidikan spesialis.


Buah pembenahan yang tak pernah berhenti terhadap RSUD Lubuk Sikaping, menurut dr. Yong, antara lain rumah sakit yang ia pimpin termasuk penyumbang terbesar untuk PAD (pendapatan asli daerah) Kabupaten Pasaman dari tahun ke tahun. "Kendati demikian, kita belum berpuas diri sampai di situ, melainkan terus melakukan perbaikan dan pembenahan yang diperlukan," tandasnya. (spa)


ADSEN KIRI KANAN