Notification

×

Adsense atas

Adsen

Pemkab Kotim Gelar Bimbingan Teknis Smart City Tahap III

Senin, 22 Agustus 2022 | 20:21 WIB Last Updated 2022-08-26T02:25:55Z

Suasana bimbingan teknis Smart City tahap III di kantor Diskominfo Kotim, Senin (22/8/2022).


Sampit, fajarharapan.id - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menggelar bimbingan teknis program Kota Cerdas atau Smart City tahap III. Kegiatan ini mempertajam penyusunan program unggulan hingga 2026 nanti. 


Kegiatan kali ini kembali menghadirkan Dr Wing Wahyu Winarno selaku Pembimbing Smart City Kemenkominfo RI untuk Kabupaten Kotim. Hadir pula Kepala Diskominfo Kotim Multazam dan Pelaksana Tugas Kepala Bappelitbangda Kotim Rafiq Riswandi. 


"Saya yakin Smart City di Kotim ini akan terwujud sesuai harapan. Saya apresiasi kemampuan SDM di Diskominfo Kotim ini sudah bagus. Yang perlu diperhatikan juga nanti adalah partisipasi masyarakat. Ini juga sangat penting supaya sejalan," kata Wing di Sampit, Senin (22/8/2022). 


Kegiatan dilaksanakan di aula Sampit Creative Hub kantor Diskominfo. Tim berasal dari semua satuan organisasi perangkat daerah yang terkait program yang hanya dipilih untuk 50 daerah di Indonesia, salah satunya Kabupaten Kotim. 


Menurut Wing, perlu penyesuaian program Smart City di Kotim dengan di kota-kota besar di Pulau Jawa. Hal itu lantaran terdapat perbedaan, seperti luas wilayah, tingkat kerumitan geografis, kepadatan jumlah penduduk dan lainnya. 


Standar penilaian keberhasilan program juga tentu berbeda karena mempertimbangkan kondisi di lapangan. Pihaknya mendorong agar Pemerintah Kabupaten Kotim terus berusaha memenuhi kebutuhan dasar, khususnya pemerataan akses internet. 


Meski begitu, dia menegaskan bahwa kemajuan bidang komunikasi dan informatika tidak didasarkan pada status kota besar atau kecil. Ide dan komitmen kuat mewujudkan program akan sangat berpengaruh dalam meraih keberhasilan. 


"Sampit ini sistem informasinya sudah lumayan, bahkan dalam beberapa hal sudah lebih maju dari sebagian besar kota-kota di Jawa. Contoh sederhana, alat presentasi di sini sudah modern pakai wireless, sementara di daerah lain masih sibuk pakai kabel. Saya juga kaget karena di sini sudah bagus," ujar Wing. 


Sementara itu Kepala Diskominfo Kotim Multazam mengatakan, masih ada sekitar 43 desa belum tersambung listrik PLN sehingga juga berkaitan dengan upaya pemerataan jaringan internet. Ini menjadi perhatian pemerintah daerah. 


"Memang masih banyak PR (pekerjaan rumah) tetapi itu bukan menjadi beban.kami terus berupaya melakukan peningkatan. Muaranya untuk perbaikan pelayanan publik. Harapannya masyarakat dimudahkan dalam segala hal sehingga efektif dari sisi pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat," pungkas Multazam. (Audy Valent/Rj) 


ADSEN KIRI KANAN