Notification

×

Adsense atas

Adsen

Bupati Kotim Apresiasi Lomba Azan Kembali Disemarakkan

Selasa, 30 Agustus 2022 | 09:45 WIB Last Updated 2022-08-30T02:45:23Z

Bupati Halikinnor saat menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba azan dalam kegiatan Gema Muharram 1444 Hijriah di Masjid Raya Wahyu Al Hadi, Senin (29/8/2022) malam.


Sampit, fajarharapan.id  - Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor mengapresiasi dan mendukung lomba azan kembali disemarakkan. Tujuannya untuk melahirkan muazin-muazin terbaik serta meningkatkan syiar Islam di daerah ini. 


Harapan itu disampaikan Halikinnor saat menghadiri penutupan lomba azan dalam rangka Gema Muharram 1444 Hijriah di Masjid Raya Wahyu Al Hadi. Lomba ini untuk pelajar SD dan SMP sederajat di kota Sampit. 


"Saya atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur ingin memberikan apresiasi yang tinggi kepada panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan positif ini, karena melalui kegiatan ini, dapat kita jadikan sebagai media untuk mengembangkan mental, kreativitas, serta karakteristik siswa/siswi kita, agar kedepannya mereka bisa tumbuh, menjadi generasi yang sehat, cerdas, ceria, terampil serta beriman dan bertakwa kepada Allah SWT," ujar Halikinnor, Senin (29/8/2022) malam. 


Menurutnya, pendidikan bagi seorang anak SD/MI dan SMP/MTs tentunya perlu ditangani secara komprehensif agar perkembangannya baik. Tujuannya untuk mencetak generasi yang berkualitas dan berkarakter, dapat yang generasi penuh dengan ketangguhan di era globalisasi. 


Untuk itu sejak dini, anak-anak harus ditempa dan dibina, agar kelak menjadi putra-putri yang produktif, putra-putri yang menjadi kebanggaan bangsa dan daerah. Namun perlu diingat, yang perlu diisi bukan saja pikirannya, tetapi juga jiwa dan semangat kegigihannya. Pintar saja tidak cukup, akan tetapi anak juga harus berbudi pekerti luhur, kreatif, inovatif serta berakhlak mulia.


Menurut Halikinnor, perlu disadari bahwa ada kewajiban dalam dan mendidik anak, bertanggung jawab untuk memberi tuntunan yang baik berupa pendidikan dan pengajaran yang kelak berguna bagi masa depan anak. Dengan bimbingan, pendidikan, dan pengajaran diharapkan baik anak bisa lebih yang meningkatkan potensi diri. peran orang tua pun sangat diperlukan untuk mewujudkan hal itu sejak anak usia dini.


Secara keislaman, azan merupakan panggilan ibadah bagi umat Islam untuk menunaikan shalat fardhu. Azan salat dikumandangkan oleh seorang muazin dari masjid setiap memasuki lima waktu salat. kata adzan sendiri berasal dari kata 'adzina yang berarti "mendengar atau diberitahukan". Terdapat sejumlah irama azan yang merdu dan menyentuh hati untuk kita melaksanakan shalat.


Lomba azan ini diharapkan menjadi penyemangat dan motivasi bagi adik-adik untuk terus mempelajari tentang lantunan suara azan yang merdu dari tiap-tiap peserta. 


Dari mereka inilah akan terlahir para muazin yang akan menjadi pemanggil umat muslim di penjuru negeri, khususnya Kabupaten Kotawaringin Timur. Mereka inilah yang nanti dan dimasa depan akan meramaikan masjid. memanggil orang dan masjid ke datang untuk orang bersembahyang.


"Sebagai salah satu janji Allah bagi seorang muazin adalah ia akan dimintakan ampun oleh seluruh benda yang ada di bumi artinya, muazin diampuni sejauh jangkauan azannya," ujarnya. 


Perlombaan Islami ini mengajarkan tentang sportivitas, kejujuran dan juga semangat kaum muslimin dalam meraih sebuah prestasi. 


Perlombaan ini juga mengajarkan umat muslim untuk kompetitif yakni hal yang berhubungan dengan sebuah persaingan. Kegiatan ini tidak hanya sekadar mencari pemenang, tetapi dapat lebih sebagai wahana membangkitkan potensi dan kreativitas anak dengan memotivasi untuk mengembangkan diri dengan kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual.


"Saya berharap para orang tua tetap semangat dalam membimbing anak-anak memperdalam ilmu agama, dukung dan dorong minat bakat anak-anak kita dalam mengikuti ajang perlombaan bernafaskan islami seperti kegiatan ini," pungkas Halikinnor. (Audy Valent/Rj)


ADSEN KIRI KANAN