Notification

×

Adsense atas

Adsen

Badan Kesbangpol Pasaman Waspadai Tahapan Pencalonan Bacaleg

Selasa, 30 Agustus 2022 | 12:40 WIB Last Updated 2022-08-30T05:40:16Z

.


Lubuk Sikaping, fajarharapan.id  - Badan Kesbangpol (Kesatuan Bangsa dan Politik) Kabupaten Pasaman mewaspadai tahapan pencalonan para Bacaleg (bakal calon anggota legislatif), yang menjadi bagian dari tahapan-tahapan Pemilu (Pemilihan Umum) tahun 2024.


"Dari sejumlah tahapan di Pemilu 2024, tahapan pencalonan para bacaleg termasuk rawan dengan gesekan-gesekan," kata Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Pasaman Afrizal S.Sos. M.Si. di kantornya di Jalan Ahmad Karim Nomor 03 Lubuk Sikaping, ibukota Kabupaten Pasaman, Selasa (30/8/2022).


Terutama saat melengkapi syarat-syarat admistratif, menurut Afrizal, berpotensi terjadi gesekan baik antarbakal calon di satu parpol (partai politik) tertentu atau para bakal calon dari parpol yang berbeda.


"Pada saat itu diprediksi eskalasi politik sedikit meninggi, tidak terkecuali di Kabupaten Pasaman," ungkapnya. Dasar pertimbangannya, menurut Afrizal, karena setiap individu yang menyatakan maju menjadi bacaleg punya keinginan dan target yang sama, yaitu merebut satu kursi di lembaga legislatif, baik tingkat kabupaten/kota, provinsi maupun untuk tingkat pusat.


Makanya, menurut Afrizal, agar gesekan-gesekan dalam pelaksanaan semua tahapan --termasuk tahapan pencalonan-- Pemilu 2024 tidak menjurus menjadi konflik horizontal, pihaknya telah melakukan sejumlah langkah, terutama melakukan sosialisasi kepada semua elemen masyarakat.


"Terutama sosialisasi yang dilakukan oleh KPU (Komisioner Pemilihan Umum) Kabupaten Pasaman dan Badan Kesbangpol," terang Afrizal. Sosialisasi dimaksud penekanannya lebih diarahkan untuk memberi pemahaman kepada masyarakat pemilih tentang tujuan dan sasaran yang hendak dicapai dari pelaksanaan pesta demokrasi yang dihelat sekali dalam lima tahun itu.


"Pemahaman tentang tujuan penyelenggaraan pemilu ini yang sangat perlu dimiliki oleh masyarakat," sebut Afrizal. Yaitu, imbuh Afrizal, untuk memilih pemimpin di setiap tingkatan pemerintahan, termasuk memilih kader-kader partai politik yang akan menjadi wakil rakyat di lembaga-lembaga legislatif yang ada.


Dari kegiatan sosialisasi itu,  sambung Afrizal, diharapkan akan lahir pemilih-pemilih yang cerdas. Yaitu pemilih yang taat dengan aturan main yang ada, dan pemilih yang menggunakan pertimbangan-pertimbangan rasional dan objektif dalam menjatuhkan pilihan politiknya di hari H puncak Pemilu 2024.


Sebab, menurut Afrizal, kalau para pemilih tidak termasuk klasifikasi pemilih cerdas, dicemaskan sosok yang terpilih tidak akan memenuhi kualifikasi yang diharapkan. "Kalau sudah demikian, apa yang bisa diharapkan rakyat dari pemimpin yang mereka pilih sendiri?" tanyanya.


Afrizal juga mengingatkan besarnya cost (biaya) yang dikeluarkan pemerintah untuk penyelenggaraan pemilu. Dikatakan, biaya besar dari pemerintah untuk penyelenggaraan pemilu diharapkan seimbang dengan hasil yang diperoleh. (spa)


ADSEN KIRI KANAN