Notification

×

Adsense atas

Adsen

Sasar Pemilih Pemula, Kesbangpol Kotim Sosialisasikan Pemilu Serentak

Kamis, 14 Juli 2022 | 20:22 WIB Last Updated 2022-07-30T13:28:19Z

Sosialisasi pendidikan politik bagi pemilih pemula di Kecamatan Pulau Hanaut oleh Kesbangpol Kotim. (ist)


Sampit, fajarharapan.id - Badan Kesatuan Kebangsaan dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) gencar sosialisasikan pemilu serentak pada 2024. Sosialisasi itu menyasar pada pemilih pemula.


Sosialisasi itu diikuti puluhan pelajar dari berbagai Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat dan kampus di Sampit. Pemilih pemula menjadi salah satu kelompok sasaran sosialisasi karena keberadaan mereka sangat penting dalam pesta demokrasi.


Sosialisasi pendidikan politik bagi pemilih pemula tersebut sebagai narasumber Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotim, Siti Fathonah Purnaningsih dan anggota Badan Pengawas Pemilu Eka Sazli.

 

"Sosialisasi ini penting bagi generasi penerus kita. Harapannya supaya pola pikir mereka di masa yang akan datang akan tahu, apa itu pemilu yang jujur dan adil sesuai dengan undang-undang," kata Kepala Badan Kesbangpol Kotawaringin Timur, Sanggul Lumban Gaol kepada wartawan, Kamis (14/7/2022).

 

Menurutnya, pada tahun 2023 dan 2024 nanti, para pemilih pemula ini usianya sudah 18 tahun. Jumlah mereka terus meningkat, namun dari sisi partisipasi perlu disosialisasikan terus sehingga kesadaran untuk memilih pada Pemilu 2024 ini akan meningkat.


Pemerintah berharap pemilih pemula menggunakan hak pilihnya dengan baik saat pemilu serentak nanti. Mereka juga diminta menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab. 


Untuk itu sangat penting memberi pemahaman kepada pemilih pemula tentang demokrasi yang di dalamnya terdapat agenda politik yaitu pemilu. Harapannya, para pemilih pemula memiliki pengetahuan yang memadai tentang pemilu sehingga bisa memilih figur yang mereka nilai layak dipilih. 


Pihaknya belum bisa menjangkau keseluruhan pemilih pemula di kabupaten ini. Namun pihaknya menargetkan setidaknya 30 hingga 40 persen dari pemilih pemula akan mengerti tentang pemilu melalui sosialisasi yang mereka laksanakan secara bertahap. 


"Pemilih pemula ini adalah generasi penerus bangsa. Kita berharap mereka menjadi generasi yang akan lebih baik dalam rangka mengisi tatanan bernegara berbangsa di Republik Indonesia yang kita cintai ini," katanya.(ib/audy)


ADSEN KIRI KANAN