Notification

×

Adsense atas

Adsen

Putri Kotim Terpilih Pertukaran Pelajar Internasional ke AS, Bupati; "Saya Bangga"

Rabu, 20 Juli 2022 | 20:44 WIB Last Updated 2022-07-22T13:51:51Z

Bupati Kotim Halikinnor foto bersama dengan siswa yang mewakili Kotim ke Internasional didampingi kedua orangtuanya, Rabu (20/7/2022). (ist)


Sampit, fajarharapan.id - Tania Vania Putri Arfanda Kurnia siswa SMAN 2 Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng) menjadi buah bibir. Pasalnya putri berprestasi tersebut terpilih menempuh pendidikan di California, Amerika Serikat.


Putri dari pasangan Arie Kurnia dan Siti Fathonah Purnaningsih, merupakan salah satu dari 70 peserta di Indonesia terpilih untuk menempuh pendidikan di Amerika Serikat melalui Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (YES) Program.  


Atas prestasi tersebut Bupati Kotim, H.Halikinnor bangga, karena salah satu putri Kotim berhasil terpilih dalam pertukaran pelajar internasional California, Amerika Serikat tersebut. 


Apalagi Tania berhasil menyisihkan ratusan peserta se-Indonesia. "Ini suatu kebanggaan bagi Pemerintah Daerah karena bisa tampil di internasional dengan membawa nama Kalimantan Tengah (Kalteng) khususnya Kotim," ujar Bupati Halikinnor saat bertemu dengan pelajar Kotim yang terpilih dalam pertukaran pelajar itu, Rabu (20/7/2022).


Bupati mengucapkan selamat kepada Tania dan mengaku bangga atas prestasi yang diraih oleh putri Kotim tersebut. “Saya ucapkan selamat dan ini satu kebanggaan bagi Kabupaten Kotim untuk bisa tampil di internasional. Ini sangat luar biasa saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih, karena tidak mudah mendidik anak sampai bisa lolos seleksi karena pasti pesertanya banyaknya,” katanya.


Diakui siswa yang terpilih untuk mengikuti ajang internasional tersebut sudah dipastikan pintar dan berprestasi di sekolah. Diharapkan nantinya Tania memperkenalkan daerah Kotim di tingkat Internasional. 


Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (YES) Program adalah program beasiswa penuh yang diberikan oleh U.S. Department of State kepada siswa SMA atau sederajat, yang bertujuan menjembatani pemahaman dan saling pengertian antara masyarakat negara-negara dengan populasi muslim yang signifikan dengan masyarakat Amerika. Program YES memberikan kesempatan untuk siswa yang aktif dan berprestasi, baik dalam bidang akademik maupun non akademik.  


“Program pertukaran pelajar ini sangat dinanti-nanti oleh siswa-siswi Indonesia dan beruntungnya saya waktu itu dapatnya sekitar H-7 sebelum pendaftaran. Kemudian saya mengikuti seleksi dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Karena adanya cuma di sana yang bisa. Kalteng masih belum ada untuk chapternya,” papar Vania.  


Untuk memperoleh beasiswa itu, dirinya harus bersaing dengan orang-orang hebat tersebut dan terpilih 75 orang kemudian disaring lagi menjadi 70 orang yang akan benar-benar akan diberangkatkan.  


“Tujuan saya mengikuti pertukaran pelajar itu memperkenalkan budaya dan politik di Indonesia terutama Kotim. Karena mereka selama ini hanya kenal tentang Bali bukan Indonesia. Padahal di Indonesia tidak hanya Bali, masih banyak budaya yang menarik salah satunya di Kotim,” jelasnya kepada wartawan.


Sebagaimana diketahui, program YES memberikan kesempatan kepada siswa/i yang aktif dan berprestasi, baik akademik maupun non-akademik dan berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. 


Selama masa program, peserta akan tinggal dengan keluarga yang ada di Amerika dan bersekolah di SMA setempat. Peserta akan mempelajari kehidupan di AS dan mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat sekitar melalui kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Program YES yang akan menjadi pengalaman tak terlupakan. 


Selain itu, peserta juga berkesempatan untuk mengembangkan keterampilan pribadi dan kepemimpinan. Program YES diselenggarakan setiap tahun. Dalam proses seleksi, pihak panitia tidak memandang agama, ras, atau suku untuk menjadi duta muda Indonesia dalam program ini.(ib/audy)


ADSEN KIRI KANAN