Notification

×

Adsense atas

Adsen

Putin Larang Kripto dan NFT sebagai Alat Pembayaran di Rusia

Minggu, 17 Juli 2022 | 17:20 WIB Last Updated 2022-07-17T10:20:00Z

 

Presiden Vladimir Putin larang kripto dan NFT sebagai alat pembayaran di Rusia.



MOSKOW  - Presiden Rusia Vladimir Putin telah menandatangani undang-undang (UU) larangan nasional menggunakan aset digital seperti kripto dan NFT sebagai alat pembayaran di sana. Tindakan ini muncul setelah pemerintah dan bank sentral Rusia telah lama membahas soal mata uang kripto.  


Pada Januari 2022, Bank of Rusia mengusulkan larangan penggunaan kripto sebagai alat pembayaran maupun investasi. Sebulan kemudian, Kementerian Keuangan Rusia mengajukan racangan undang-undang (RUU) mata uang kripto kepada pemerintah, yang seperti peraturan hari ini, mengizinkan investasi dalam aset digital, seperti Bitcoin dan Ethereum, tetapi tidak digunakan untuk membeli barang, sebagaimana dikutip iNews.id.


"Dilarang untuk mentransfer atau menerima aset keuangan digital sebagai pertimbangan untuk barang yang ditransfer, pekerjaan yang dilakukan, layanan yang diberikan, serta dengan cara lain yang memungkinkan seseorang untuk menerima pembayaran barang (karya, jasa) oleh aset keuangan digital, kecuali ditentukan lain oleh undang-undang federal," demikian bunyi UU tersebut yang dipublikasikan di situs parlemen Rusia, dikutip dari Decrypt, Minggu (17/7/2022).  


Rusia telah menjadi sorotan terkait kripto sejak negara itu menginvasi Ukraina. Akibatnya, perusahaan kripto besar, seperti Binance dan Coinbase menyatakan mereka akan mematuhi AS dan Uni Eropa yang membatasi Rusia menggunakan bursa kripto.


Sementara itu, mengutip The Cypto Times, UU yang telah disetujui pada Jumat (15/7/2022) lalu akan mulai berlaku 10 hari kemudian. UU baru itu memiliki ketentuan yang mengharuskan pertukaran dan penyedia kripto untuk menolak transaksi di mana aset digital dapat ditafsirkan sebagai bentuk pembayaran. 


Ada juga reservasi yang memungkinkan larangan dicabut dalam kasus-kasus yang diatur oleh undang-undang federal. Sebelumnya, Putin menyatakan antusiasmenya mengenai penambangan Bitcoin pada Januari lalu. Saat itu, dia mengatakan, Rusia memiliki keunggulan kompetitif tertentu termasuk surplus listrik dan personel terlatih yang tersedia di sana untuk menambang mata uang digital.(*)



ADSEN KIRI KANAN