Notification

×

Adsense atas

Adsen

Peran Akreditasi Dalam Peningkatan Mutu S/M Kemajuan Pendidikan Nasional

Senin, 18 Juli 2022 | 14:41 WIB Last Updated 2022-07-19T02:37:51Z

Oleh : Prof.DR.H.Sufyarma Marsidin,M.Pd,
DR.H.Asfar Amir Tanjung,MM,
(Praktisi Pendidikan - BAN S/M Provinsi Sumatera Barat)


Mutu adalah merupakan suatu kualitas atau tingkatan dari suatu produk atau kegiatan. Mutu itu, juga merupakan suatu kualitas yang diharapkan. Pengertian mutu Pendidikan itu sesuai Permendiknas Nomor 63 tahun 2009 bahwa mutu Pendidikan adalah tingkat kecerdasan kehidupan bangsa yang dapat diraih dari penerapan Sistem Pendidikan Nasional (SPN).


Membicangkan masalah mutu pendidikan secara nasional di negeri ini, tentu ada standar yang menjadi alat ukur. Tentu, dalam hal ini, ada lembaga atau badan yang mempunyai kewenangan. Apalagi, untuk menetapkan dan mengukur stadarisasi mutu pendidikan tersebut.


Secara nasional di negeri ini, badan yang diberi wewenang mengukur standarisasi mutu pendidikan dasar dan menengah adalah Badan Akreditasi Nasional  Sekolah Madrasah yang disingkat dengan sebutan BAN S/M.


Keberadaan Akreditasi itu berdasarkan kepada Undang-Undamg No 20 tahun 2003 Tentang Sistim Pendidikan Nasional (SPN) yang telah dirasakan S/M di tanah air ini.


Untuk penetapan peringkat mutu yang di berikan BAN S/M ini, setelah melakukan penilaian terhadap S/M. Artinya, keberadaan BAN S/M melalui visitasi Akreditasi itu, akan mampu mendongkrak semangat anak didik yang ada di sekolah.


Makanya, dikalangan mereka anak didik, ada kecenderungan untuk memilih sekolah yang berada di peringkat teratas. Jadi, pihak S/M telah ada ruang untuk berbenah dengan mempersiapkan diri menjadi lebih baik.


Lagi, adanya peringkat yang diberikan dalam penilaian itu. Yakni peringkat Akreditasi A, B dan C. Ada juga S/M itu tidak berkualitas, dan tidak layak mendapat peringkat dengan predikat tidak terakreditasi (TT).


Sehingga pihak S/M, ketika telah tiba masanya menghadapi visitasi akreditasi, terlihat super sibuk berbernah diri mempersiapkan segala sesuatu yang menjadi persyararatan Akreditasi.


Padahal, seharusnya bukan sibuk jelang Akreditasi, tapi harus berbenah dan menyiapkan diri S/M setiap saat. Hal demikian, agar mutu dan kualitas serta kelayakan S/M dapat dipertahankan sepanjang masa secara berkelanjutan.


Sejatinya, Akreditasi sebagai proses penilaian terhadap kelayakan dan kinerja S/M yang merupakan kegiatan bersifat menyeluruh dalam memotret kondisi nyata S/M dibandingkan dengan standar yang telah ditetapkan.


Jadi, dengan diperoleh informasi yang komprehensif tersebut, hasil akreditasi sangat berguna sebagai bahan masukan dalam penyusunan rencana strategis S/M dalam masa 5 (lima) tahun dibarengi rencana operasional S/M yang matang. 


BAN S/M yang merupakan badan evaluasi mandiri yang menetapkan kelayakan program, atau satuan BAN S/M adalah badan evaluasi mandiri yang menetapkan kelayakan program dan/atau satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah jalur formal dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP).


Ketika Tim Asesor melakukan penilaian akreditasi saat visitasi ke S/M itu, mereka melakukan penilaian secara standarisasi dengan isntrumen yang sudah disiapkan pihak BAN S/M. Sebelumnya, yang dinilai tergabung dalam 8 (delapan) SNP, kini dikenal dengan Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan (IASP) 2020 yang mencakup 4 (empat) komponen penilaian. Yakni (a) komponen mutu lulusan, (b) mutu proses pembelajaran, (c) mutu guru, dan (d) komponen manajemen sekolah.


Keempat komponen itu, dilengkapi dengan 35 (tiga puluh lima) butir pertanyaan. Kesemuanya mengarah kepada peningkatan mutu S/M.


Jikalau dapat diterapkan dengan baik, maka kita berkeyakinan kelayakan S/M sebagai Lembaga Pendidikan akan lebih baik. Hal itu, tentu dengan sendirinya mutu dan kualitas akan tercapai dengan baik.


Sebab, penilaian yang dilakukan ketika visitasi, merupakan standarisasi penilaian yang terukur sesuai dengan tuntutan Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang SPN. Salahsatunya mewajibkan Akreditasi bagi seluruh S/M sebagai bagian dari keseluruhan upaya penjaminan mutu Pendidikan.


BAN S/M sebagai wadah yang mengukur standar mutu pendiikan secara nasional, kini terus berbenah diri agar lebih profesional dalam melakukan penilaian kelayakan sebuah Lembaga penidikan khusus S/M.


Dalam penilaian akreditasi yang dilakukan ke S/M betul-betul dapat dirasakan manfaatnya untuk peningkatan mutu Pendidikan.Terutama sekali S/M yang divisitasi itu akan bisa melihat dan mengukur dirinya.


Lantas muncul pertanyaan, telah sejauh manakah S/M yang dikelola bisa memenuhi kriteria mutu yang telah ditetapkan pemerintah secara standar nasional.


Oleh karena itu, dalam melakukan visitasi tersebut, bahwa asesor mempunyai peran strategis untuk menggali, menganalisis dan membuat  rekomendasi yang spesifik demi kemajuan S/M. Juga, secara berkelanjutan hasil Akreditasi akan dapat dijadikan bahan referensi bagi semua pihak yang terkait. Seperti Kepala Sekolah, Dinas Pendidikan, Kemenag dan Kepala Daerah. 


Manfaat Akreditasi bagi Sekolah/Madrasah


Adapun manfaat akreditasi bagi S/M, sangat besar dan berpengaruh untuk kelangsungan hidup S/M tersebut. Setidaknya, mafaat Akreditasi S/M adalah :


Pertama, sebagai acuan atau pedoman dan gambaran dalam usaha peningkatan mutu serta perencanaan pengembangan S/M dengan harapan ke arah yang lebih baik, dan sesuai kepada tuntutan undang undang.


Kedua, memberikan semangat dalam mengembangkan usaha demi kemajuan manajemen S/M. Karena, akan bisa terukur dengan upaya yang dilakukan sesuai instrument dalam IASP 2020 terbitan BAN S/M Nasional.


Ketiga, dijadikan sebagai umpan balik dalam usaha pemberdayaan serta pengembangan kinerja seluruh warga S/M.


Keempat, pendorong dan motivasi bagi S/M agar terus berusaha meningkatkan mutu pendidikannya secara bertahap dan terencana serta kompetitif, baik pada tingkat kota/kabupaten, provinsi, nasional, juga regional maupun internasional.


Kelima, bahan informasi bagi S/M sebagai penyelenggara pendidikan agar mendapatkan dukungan dari masyarakat, pemerintah maupun swasta. 


Keenam, jadi pedoman dalam mempertimbangkan bagi masyarakat untuk memilih S/M tersebut sebagai penentuan pilihan dalam menyekolah anaknya mengikuti kelangsungan pendidikan. Karena, S/M yang mendapat nilai Akreditasi A misalnya, tentu sudah jelas terukur kelayakannya.


Kesimpulan


Akreditasi sebagai badan eveluasi mandiri yang menetapkan kelayakan S/M bersama programnya, atau satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Dalam hal demikian, sangat berperan besar dalam memajukan untuk peningkatan mutu dan kualitas pendidikan


Disamping itu, juga bisa menjadi standarisasi kelayakan S/M, sesuai dengan peringkat akreditasi yang diperoleh. Bahkan, sebagai bahan membenahi diri S/M secara umum untuk melakukan perbaikan demi ketercapaian level yang diinginkan.


Kemudian, akreditasi sangat berguna dan bermanfaat dalam pengembangan S/M dari berbagai sektor. Terutama dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) guru dan tenaga kependidikan, serta pada sarana dan prasarana.


Kesemuanya itu, dengan harapan agar standar minimal dapat diperoleh melalui penilaian visitasi akreditasi. Kapan perlu, meraih nilai maksimal yang lebih baik. Sehingga S/M menghasilkan lulusan berkualitas pula nantinya.


Tak kalah pentingnya, adanya akreditasi akan mampu memperbaiki mutu dan kualitas pendidikan menjadi lebih berkulitas. Lagi, melalui hasil akreditasi S/M, maka sebaiknya pada setiap daerah Kabupaten/Kota maupun Pemerintah Provinsi agar membenahi pendidikan secara menyeluruh di daerahnya masing-masing demi kemajuan pendidikan daerah yang diiringi dengan mutu S/M.


Karena, dari hasil visitasi yang di rangkum oleh BAN S/M melalui rekomendasinya itu, akan bisa dijadikan bahan untuk perbaikan demi peningkatan mutu pendidikan pada setiap daerah.


Semoga bermanfaat untuk kemajuan pendidikan kedepan.Terimakasih.













ADSEN KIRI KANAN