Notification

×

Adsense atas

Adsen

Masalah Sampah, Pemkab Kotim Anggarkan Pembelian Dua Loader

Kamis, 21 Juli 2022 | 21:25 WIB Last Updated 2022-07-22T14:29:14Z

Bupati Kotim Halikinnor didampingi Kepala DLH Makmur, saat meninjau salah satu Depo di jalan Tatar Sampit, Kamis (21/7/2022).(ist)


Sampit, fajarharapan.id - Bupati Kota Waringin Timur (Kotim), H. Halikinnor menyebutkan, Pemkab akan menganggarkan pembelian dua unit alat berat loader untuk pengangkutan sampah ke depo.


"Karena ini sifatnya urgen, pengadaan dua alat berat loader tersebut saya anggarkan dalam APBD perubahan tahun 2022 ini, karena soal sampah ini memang harus segera ditangani," ujarnya kepada wartawan saat kunjungannya ke lokasi TPA di Depo Sampah Jalan Tatar, Kamis (21/7/2022).


Orang nomor satu Kotim tersebut telah mendapatkan informasi terkait kendala yang dihadapi DLH dalam menangani permasalahan sampah. Untuk mempermudah kerja DLH bupati menganggarkan pengadaan dua unit alat berat demi mempermudah pengangkutan sampah di depo pada anggaran perubahan 2022.


Pengadaan alat berat itu secepatnya dilakukan mengingat semakin banyaknya jumlah penduduk di Kotim dan pembangunan perumahan semakin banyak, sehingga diperlukan penanganan dengan cepat dan optimal. Sebab produksi limbah rumah tangga itu setiap hari terus meningkat.


Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim, H. Makmur, mengakui tingginya volume sampah setiap hari. "Selama ini pengangkutan sampah dari depo dilakukan secara manual untuk satu truk memerlukan waktu selama 3 jam baru selesai dan bisa dibawa ke tempat pembuangan akhir," ujarnya kepada wartawan.


Ia menyambut baik dan mengucapkan terima kasih kepada bupati yang akan menganggarkan untuk pembelian dua unit loader. Hal itu bakal mempermudah kerja petugas di lapangan untuk mengatasi permasalahan sampah di Kotim.


Diakui, produksi sampah di Kota Sampit semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan perubahan gaya hidup masyarakat yang suka praktis.


Kondisi demikian, maka Pemkab juga perlu melakukan penyesuaian, salah satunya dengan penambahan alat. Adanya penambahan 2 unit alat berat pun diyakini dapat membuat pekerjaan para petugas kebersihan lebih efektif dan efisien.


Ia berharap adanya dua alat berat berupa loader yang seyogyanya ditempatkan di Depo Kecamatann Ketapang dan Baamang untuk memudahkan pengangkutannya ke dalam truk. Karena belum adanya alat berat untuk pengangkutan sampah masyarakat yang masuk di depo untuk diangkut ke truk sebelum di bawa ke TPA itu, mengakibatkan terjadinya penumpukan sampah di Depo. (ib/audy)


ADSEN KIRI KANAN