Notification

×

Adsense atas

Adsen

Korea Utara Sebut AS Negara Teroris Biologi, Apa Maksudnya?

Senin, 25 Juli 2022 | 12:05 WIB Last Updated 2022-07-25T05:40:54Z

 

Ilustrasi pengembangan senjata biologi di laboratorium.




PYONGYANG – Korea Utara menuduh AS melakukan “terorisme biologi”. Pyongyang mengatakan, Washington DC juga membuat eksperimen menggunakan patogen berbahaya di wilayah Ukraina dan menyebarkan penyakit menular. 


“AS adalah negara teroris biologi. AS telah mendirikan banyak laboratorium biologis di puluhan negara dan wilayah, termasuk Ukraina,” ungkap Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), Minggu (24/7/2022), sebagaimana dikutip iNews.id.


Media Korut itu pun menuduh Amerika Serikat mempercepat pengembangan senjata biokimia yang mengancam kehidupan dan keamanan umat manusia. KCNA mengatakan, persebaran biolab atau laboratorium biologi AS di seluruh dunia sesuai dengan wilayah tempat merebaknya wabah berbagai penyakit dalam beberapa tahun terakhir.


Lokasi biolab-biolab itu sebagian besar berkerumun di sekitar negara yang dianggap anti-Amerika. “Sama sekali tidak kebetulan jika banyak pernyataan yang menyebutkan bahwa AS berada di balik krisis epidemi (Covid-19) ganas yang membingungkan komunitas internasional,” kata KCNA.


Dalam sebuah artikel untuk surat kabar Izvestia pada pekan lalu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan, Washington DC mengklaim aktivitas biologi AS di Ukraina adalah proyek damai. Akan tetapi, masih belum ada bukti tentang klaim tersebut sampai sejauh ini. 


Menurut Lavrov, “temuan” tertentu di biolab militer di Donbas justru menunjukkan adanya pelanggaran langsung terhadap Konvensi Senjata Biologi.


Pada 9 Juni, Departemen Pertahanan AS mengatakan, Amerika Serikat telah membantu memberikan dukungan kepada 46 laboratorium biologi di Ukraina untuk meningkatkan keamanan biologis dan memantau penyakit.


Sementara pada Februari, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah menemukan keberadaan 30 laboratorium biologi militer yang didanai AS di Ukraina. Menurut Moskow, Washington DC telah menghabiskan lebih dari 200 juta dolar AS untuk mengembangkan senjata biologi di fasilitas tersebut. 


Rusia juga mengatakan, laboratorium yang terungkap di Ukraina baru sebagian kecil saja dari jaringan global yang dimiliki AS di lebih dari 300 fasilitas serupa.(*)


ADSEN KIRI KANAN