Notification

×

Adsense atas

Adsen

Izin Perumahan Kotim akan Diperketat

Kamis, 21 Juli 2022 | 12:34 WIB Last Updated 2022-07-25T05:38:06Z

Bupati Kotim Halikinnor, saat meninjau depo Sampah di Jalan Tatar Sampit, Kamis (21/7/2022). (ist)


Sampit, fajarharapan.id - Pemberian izin pembangunan perumahan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) harus diperketat ke depan.


Penegasan itu disampaikan Bupati Kotim, H.Halikinnor kepada jajarannya, Kamis (21/7/2022). "Kotim harus memperketat pemberian izin pembangunan perumahan ke depannya, sebab semakin banyak perumahan otomatis produksi sampah makin banyak pula," ujarnya kepada wartawan.


Disebutkan, saat ini Kotim untuk penangan sampah harus menjadi perhatian. Salah satu cara untuk mengurangi produksi limbah rumah tangga itu, Pemkab harus memperketat beri perizinan pembangunan perumahan ke depan.


“Jadi sebenarnya untuk pengembang itu sudah ada ketentuan tentang fasilitas umum dan fasilitas khusus tentang penyediaan sampah. Karena itu kewajiban dari pihak pengembang, tapi kenyataannya di lapangan tidak ada. Oleh sebab itu harus diperketat lagi nantinya,” tegas Halikinnor.  


Menurutnya, dengan adanya tempat pembuangan sampah khusus di perumahan itu selain mempermudah warga setempat, juga bagi petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup untuk membawa ke tempat pembuangan akhir (TPA).  


Sampah rumah tangga tidak lagi dibuang atau dilempar sembarangan di tepian jalan seperti yang terjadi di Jalan Pelita Barat, MT. Hariono dan Sawit Raya. Sekalipun pihak kecamatan dan kelurahan rutin membersihkan namun itu terus berulang.  


“Jadi kami imbau rekan yang berusaha di bidang developer agar direncanakan dari awal supaya ada di sana direncanakan, minimal depo mini. Dengan tujuan petugas kebersihan dari DLH mudah mengambilnya. Saya juga mengimbau kepada masyarakat kita untuk membuang sampah di depo yang sudah kami sediakan, jangan dilempar di tepi jalan. Ini untuk mewujudkan Sampit bersih, bebas banjir dan terang,” tambahnya.


Diakui, perkembangan Kota Sampit, berkembang pesat dengan jumlah penduduk yang cukup banyak, membuat pihak developer atau pengembang berlomba-lomba membangun perumahan di wilayah kota yang arealnya masih potensial untuk dibangun.


Namun, tanpa disadari kelalaian pihak pengembang yang tidak memperhatikan lingkungan seperti tidak menyediakan tempat pembuangan sampah atau Depo, menjadi sebuah permasalahan menumpuknya sampah-sampah pada sekitar perumahan.(ib/audy)


ADSEN KIRI KANAN