Notification

×

Adsense atas

Adsen

Erdogan Kritik Pedas Pemimpin Barat

Selasa, 26 Juli 2022 | 15:55 WIB Last Updated 2022-07-26T12:06:31Z

 

Recep Tayyip Erdogan mengkritik para pemimpin Barat yang dianggapnya salah dalam menilai Vladimir Putin.


ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menganggap para pemimpin negara Barat salah menilai pemimpin Rusia Vladimir Putin. Erdogan mengkritik mereka karena salah dalam menerapkan pendekatan terhadap Putin. 


Ini jauh berbeda dengan cara Turki bekerja sama dengan Rusia dalam berbagai hal, mulai dari proses perdamaian di Suriah hingga menengahi kesepakatan ekspor gandum Ukraina melalui pelabuhan di Laut Hitam,sebagaimana dikutip iNews.id.


“Anda tahu sikap politisi Barat terhadap Putin, tidak pantas dalam politik," kata Erdogan, kepada stasiun televisi pemerintah, TRT, yang tayang Senin (25/7/2022) malam. “Sikap yang Anda tunjukkan kepadanya (Putin) adalah sikap yang akan Anda dapat sebagai balasannya,” ujarnya, lagi.


Buah dari sikap politik Turki terhadap Rusia, lanjut dia, adalah menjadi penengah konflik Rusia dan Ukraina. Peran yang sejauh ini tak bisa dimainkan para pemimpin Barat. Bahkan negara-negara Barat justru membuat konflik semakin membara. 


Turki menjadi penengah atas kesepakatan yang diteken pekan lalu antara Rusia dan Ukraina, yakni negosiasi kesepakatan ekspor biji-bijian. Sebelum itu, Turki juga menjadi tuan rumah pembicaraan damai di masal awal konflik antara dua pihak, meski proses itu gagal.


"Kami bertekad untuk menerapkan perjanjian tersebut,” kata Erdogan, merujuk pada kesepakatan ekspor biji-bijian Ukraina.


Dampak dari kesepakatan itu, lanjut dia, bisa mengurangi krisis pangan global. Ukraina merupakan salah satu eksportir gandum atau biji-bijian terbesar di dunia. Erdogan melanjutkan, Turki tak menganggap Rusia dan Ukraina sebagai musuh. 


Turki belum menjatuhkan sanksi apa pun terhadap Rusia, tapi di lain pihak bisa memasok persenjataan ke Ukraina yang bahkan digunakan dalam perang melawan pasukan Beruang Merah, seperti drone Bayraktar TB-2.


Mengenai hubungan dengan Rusia, Erdogan menegaskan Turki fokus pada isu-isu saling menguntungkan, seperti proses perdamaian di Suriah.  Sebagai bagian dari inisiatif 'Astana Three', Erdogan telah membahasnya bersama Putin dan Presiden Iran Ebrahim Raisi di Teheran awal bulan ini.(*)


ADSEN KIRI KANAN