Notification

×

Adsense atas

Adsen

Cegah Putus Kuliah, Pemerintah Kotim Subsidi Uang Kuliah Rp1 Miliar

Senin, 18 Juli 2022 | 23:00 WIB Last Updated 2022-07-19T03:27:35Z

Perguruan Tinggi Politeknik Sampit.


Sampit, fajarharapan.id  – Pandemi Covid-19 berimbas pada berbagai sektor. Salah satunya ekonomi. Berbagai dampak dirasakan warga, salah satunya banyak mahasiswa yang putus kuliah akibat imbas dari pandemi virus mematikan tersebut.


Atas dampak tersebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng) menganggarkan Rp1 miliar untuk membantu beasiswa kepada mahasiswa yang putus kuliah akibat melesunya ekonomi dampak pandemi Covid-19.


“Pemkab Kotim menggelontorkan anggaran Rp1 miliar untuk mahasiswa biaya bagi yang putus kuliah karena dampak pandemi Covid-19. Mereka ada yang yang tidak sampai lulus S1 karena tidak punya uang,” kata Bupati Kotim, Halikinnor kepada wartawan, Senin (18/7/2022).


Menurutnya, bantuan itu sudah dianggarkan pada APBD. Hal itu sebagai wujud kepedulian pemerintah kabupaten untuk melanjutkan pendidikan generasi penerus Kotim.


Diakui, jenjang perguruan tinggi itu bukan tanggungjawab pihak kabupaten, tapi sudah tanggungjawab provinsi dan pusat. Tapi atas kepedulian pemerintah daerah, maka tetap dianggarkan beasiswa mahasiswa yang putus sekolah. Hal itu tidak lepas dari kepedulian dan demi kelangsungan pendidikan generasi untuk menyelesaikan pendidikannya di perguruan tinggi.


"Ini tidak lepas dari kepedulian pemerintah daerah untuk menggelontorkan APBD untuk kelangsungan pendidikan mahasiswa yang putus kuliah akibat imbas dari Covid-19 ini. Kita harapkan ke depan tidak ada lagi mahasiswa yang kurang mampu di Kotim ini yang putus kuliah," tambahnya.


Disebutkan, alokasi beasiswa yang diberikan lebih besar dari jumlah yang disalurkan sebelumnya. Pemerintah daerah ingin mahasiswa penerima beasiswa bisa benar-benar fokus kuliah meraih prestasi tanpa mencemaskan biaya karena semua bisa tertangani melalui beasiswa dari pemerintah daerah.


“Ini sudah kita bantu setiap orang Rp10 juta karena bantuan beasiswa Gerbang Mentaya selama ini hanya Rp1 juta lebih. Kalau sekarang Rp10 juta maka itu cukup sehingga orang tua tinggal menyiapkan biaya untuk makan dan kebutuhan lainnya,” tambahnya.


Disebutkan, ini merupakan wujud komitmen bersama pemerintah daerah untuk memastikan proses pembalajaran akan terus berlangsung, pada situasi apapun, termasuk darurat pandemi seperti sekarang. Supaya tidak ada learning lost dan meningkatnya angka putus kuliah.


Beasiswa itu diberikan, agar mahasiswa terutama yang orang tuanya mendapatkan tekanan ekonomi akibat pandemi, tidak harus drop out (DO) hanya karena tidak bisa membayar uang kuliah semestar.(ib/audy)


ADSEN KIRI KANAN