Notification

×

Adsense atas

Adsen

Walikota Genius Umar Kukuhkan TPPS Kota Pariaman

Rabu, 22 Juni 2022 | 20:06 WIB Last Updated 2022-06-22T13:18:07Z

Walikota Pariaman Genius Umar didampingi Wawako Maddison Mahyuddin bersama unsur Forkompimdako dan TPPS di Aula Balaikota, Rabu 22 Juni 2022 (foto.dok.mcp)


Kota Pariaman
- Kota Pariaman tahun 2023 mendatang, angka stunting menjadi 0%. Angka demikian, bisa terealisasi dengan adanya kerjasama lintas sektor dalam penyelenggaraan percepatan penurunan stunting. Oleh karena itu, kesemua yang bertugas agar mengkoordinasikan, mensinergikan dan mengevaluasi penyelenggaraan percepatan penurunan stunting secara efektif, konvergen dan terintegrasi.


Hal itu ditegaskan Walikota Genius Umar saat memberi sambutan dalam acara “Pengukuhan Tim Pelaksana Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Pariaman di Aula Balaikota, Rabu (22/06/22)


Wako Genius Umar tidak mempersalahkan perbedaan angka dari hasil data Ssgi Tahun 2021 yang menyebutkan, kasus stunting di Kota Pariaman 20,3 %, sedangkan dari data Posyandu 10 %.


"Tetapi, maunya kita itu, siapa orangnya by name by addres. Kemudian, dilakukan intervensi by name by addres juga. Sehingga tahun depan, kita bisa menuju zero percen (0%) stunting di Kota Pariaman" sebut Genius.


Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Fatmawati menyampaikan, apresiasi dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Walikota dan Wakil Walikota beserta jajaran. Karena, Kota Pariaman ini merupakan salah satu Kabupaten/Kota yang masuk 3 (tiga) besar dalam melaksanakan pengukuhan TPPS.


Hal ini menunjukan, kata Fatmawati, komitmen Walikota dan Wakil Walikota beserta jajaran terkait dengan pelaksanaan percepatan penanganan stunting ini sangat signifikan.


"Karena, melihat jadwal Kepala Daerah yang biasanya selalu sibuk. Pada hari ini, Pemerintah Kota Pariaman menunjukan komitmen yang luar biasa. Terutama percepatan penurunan stunting yang ada di Kota Pariaman" ujar dia.


Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Gusniyeti Zaunit mengemukakan maksud dikukuhkan TPPS Kota Pariaman ini, untuk menyelesaikan permasalahan multi dimensi stunting.


"Juga, memperkuat konvergensi melalui koordinasi dan konsolidasi program. Terutama kegiatan pusat, daerah, dan desa. Sehingga tujuan untuk memastikan pencegahan stunting, menjadi prioritas pemerintah dan masyarakat di semua tingkatan baik pusat maupun daerah. Kemudian, meningkatkan kesadaran publik dan perubahan perilaku masyarakat agar mencegah stunting" ungkap Gusniyeti.



Selain pengukuhan TPPS Kota Pariaman, juga dilakukan penyerahan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2022 dari BKKBN Provinsi Sumbar kepada Pemerintah Kota Pariaman sebesar Rp 1.782.877.000, sekaligus penandatanganan Komitmen Bersama.



Acara yang dilaksanskan Perwakilan BKKBN Provinsi Sumbar bekerjasama dengan DP3AKB Kota Pariaman ini, juga dihadiri Wakil Walikota Mardison Mahyuddin, Sekdako Yota Balad, Forkopimda, Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD, Direktur RSUD Sadikin, Kepala Puskesmas, Camat, serta Kepala Desa/Lurah se-Kota Pariaman. (mcp/asa).






ADSEN KIRI KANAN