Notification

×

Adsense atas

Adsen

Tim SAR Temukan Lokasi Jatuhnya Helikopter di Hutan Alpen, Informasi Awal dari Pelari Gunung

Minggu, 12 Juni 2022 | 07:13 WIB Last Updated 2022-06-12T00:13:27Z

 

Tim SAR Itala berhasil menemukan lokasi jatuhnya helikopter yang jatuh di pengunungan Alpine.

ROMA  - Tim SAR Italia berhasil menemukan lokasi jatuhnya helikopter yang jatuh di pengunungan Alpen. Petugas juga menemukan semua mayat penumpang yang berjumlah tujuh orang. 


Kepala Unit Koordinasi Penyelamatan Angkatan Udara yang memimpin pencarian sejak Kamis (9/6/2022), Kolonel Alfonso Cipriano mengatakan, tim penyelamat menerima informasi dari seorang pelari gunung. Dia mengaku melihat bagian dari helikopter yang hancur saat bertamasya di Gunung Cusna, Sabtu (11/6/2022) pagi.


"Kru udara mengonfirmasi lokasi. Kru darat awalnya menemukan lima mayat dan kemudian dua lainnya," kata Cipriano kepada The Associated Press. 


Dia mengatakan, lokasi jatuhnya helikopter berada di lembah yang sulit dijangkau. Puing-puing helikopter tertutupi pohon yang rimbun. Sejumlah cabang pohon patah dan terbakar, sebagaimana dikutip iNews.id.


 
Helikopter itu menghilang dari layar radar pada Kamis pagi saat terbang di atas Provinsi Modena di Tuscan–Emilian Apennines. Badai petir dilaporkan tengah terjadi di daerah itu pada saat itu. 


Helikopter itu membawa tujuh orang, termasuk empat warga negara Turki, dua warga Lebanon dan pilot Italia. Armada itu terbang dari Lucca ke Treviso untuk mengunjungi fasilitas produksi kertas tisu.


Kedua orang Lebanon itu diidentifikasi sebagai Shadi Kreidi dan Tarek Tayah. Keduanya eksekutif di INDEVCO, sebuah grup konsultan manufaktur dan industri internasional. Keduanya dikabarkan sedang dalam perjalanan bisnis.


Istri Tayah, Hala, tewas dua tahun lalu dalam ledakan besar di Pelabuhan Beirut. Peristiwa itu merenggut nyawa lebih dari 215 orang dan melukai ribuan orang.


Putri mereka, Tamara, yang saat itu berusia 11 tahun merupakan salah satu dari sedikit korban yang bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron ketika dia terbang ke Beirut setelah ledakan. 


Tamara memberinya pin berbentuk seperti peta Lebanon yang dibuat oleh ibunya, seorang ahli perhiasan. Tamara pun mendapatkan pelukan sebagai balasannya. Tarek dan Hala Tayeh memiliki dua anak lain selain Tamara.


Orang-orang Turki di helikopter itu bekerja untuk kelompok industri Turki Eczacibasi. Perusahaan tersebut mengambil bagian dalam pameran dagang.


Eczacibasi dalam sebuah pernyataan mengkonfirmasi kabar duka tersebut. 


"Rasa sakit dan kesedihan yang luar biasa, direktur pabrik, direktur kertas higienis di pabrik provinsi Yalova, direktur proyek investasi dan direktur produksi di pabrik provinsi Manisa telah meninggal dalam kecelakaan itu. Kami menyampaikan belasungkawa mereka," kata mereka.


Lokasi kecelakaan berada sekitar 10 kilometer dari tempat penyelamat awal dimulai. Mereka mencari berdasarkan sinyal seluler terakhir dari telepon penumpang. 


"Mungkin perlu berjam-jam lebih atau bahkan berhari-hari untuk menemukan lokasi itu jika bukan karena informasi pelari. Mengingat medan yang sulit dan rimbun," katanya. (*)



ADSEN KIRI KANAN