Notification

×

Adsense atas

Adsen

Persiapan Puncak Haji 2022 di Armuzna, dari Wukuf hingga Lempar Jumrah

Rabu, 29 Juni 2022 | 10:45 WIB Last Updated 2022-06-29T03:45:52Z

 

Situasi di Mina



MAKKAH - Sekretariat Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyiapkan segala sesuatu agar tragedi Mina di 2015 tidak terulang lagi saat puncak ibadah haji 2022.


Tahun 2015 merupakan salah satu tahun terkelam dalam penyelenggaraan ibadah haji.


Insiden desak-desakan yang terjadi di Mina pada 24 September 2015 menelan korban meninggal hingga 769 orang dan melukai 934 jamaah lainnya dari berbagai dunia,sebagaimana dikutip okezone.com.


Sekretariat PPIH menyiapkan teknis persiapan penyelenggaraan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Tujuannya supaya jamaah haji bisa merasa nyaman, aman dan, tertib ketika menunaikan prosesi wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah hingga melempar jumrah di Mina.


"Pertama, kami koordinasi dengan pemerintah Arab Saudi tentang apa yang mereka sediakan untuk fasilitas di Armuzna. Setelah itu, kami menyusun apa yang mesti kami siapkan agar fasilitas ini mendukung pergerakan jamaah," kata Sekretaris PPIH Arab Saudi M Noer Alya Fitra saat ditemui Media Center Haji (MCH) di Kantor Urusan Haji, Jeddah, Arab Saudi.


Dia mencontohkan, tahun ini karena kuota haji 2022 separuh, maka kapasitas tenda separuh itu sudah nyaman. Jadi, untuk fasilitas tenda, tidak perlu banyak improvisasi.


"Sudah disediakan pula AC di masing-masing tenda. Tenda di Arafah semi permanen. Ketika Arab Saudi sudah menyiapkan hal itu, kita merasa aman," ucapnya.


Terkait pergerakan jamaah dari Makkah ke Arafah, Arafah ke Muzdalifah, Muzdalifah ke Mina, imbuh Nafit sapaan akrabnya, pemerintah Arab Saudi sudah menyiapkan jam-jamnya supaya tidak sesak. Jumlah armada bus pun sudah diatur untuk jamaah Indonesia.


"Jadi, informasi itu sudah kita dapatkan awal dari Kementerian Haji dan Muasassah," katanya.


Pihaknya meracik bagaimana teknis satuan operasional Armuzna bisa berjalan dengan baik, termasuk penempatan petugas. Siapa yang mengawal dan mengawasi di maktab dan tenda jamaah.


"Bagaimana jamaah aman dan nyaman ketika dikelilingi petugas? Plotting siapa petugas di Muzdalifah dan Mina? Bagaimana selama itu jamaah terlayani dengan baik, dan memantau jemaah," ujarnya.


Nafit mengatakan, pihaknya memastikan penempatan petugas di beberapa titik di jalur Jamarat untuk melayani jamaah yang tersesat. "Itu yang kita siapkan sekarang, teknik persiapan Armuzna," kata Nafit.(*)



ADSEN KIRI KANAN