Notification

×

Adsense atas

Adsen

Nilai-Nilai Pembinaan Karakter Dalam Gerakan Pramuka

Senin, 20 Juni 2022 | 08:16 WIB Last Updated 2022-06-20T01:19:31Z

Oleh : Maryanis, M.Pd
Guru SMPN 1 VII Koto Sungai Sariak, Padang Pariaman


Tepuk Pramuuuka…plok, plok, plok…plok, plok, plok…plok, plok, plok, plok…


Masih segar dalam ingatan kita, ketika mengikuti perjusami di sekolah dulu. Ada kemah, api unggun, pionering dan kegiatan lain yang menarik dalam pramuka. Demi ikut kemping, apapun kita lakukan agar bisa masuk regu kemping.


Jatah uang bulananpun, rela ditabung untuk keperluan peralatan kemping. Latihan tali-temali, pionering, baca sandi. Bahkan, ajang bakatpun dijalani sampai larut malam. 


Memang, kegiatan dalam Pramuka merupakan hal positif. Kesemuanya, bisa meningkatkan rasa percaya diri dan keberanian seseorang dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Sehingga bisa menunjang hasil belajar di sekolah. 


Dengan mengikuti kegiatan Pramuka, kita diajarkan tentang kemandirian, keberanian, tanggung jawab, toleransi, disiplin dan keratifitas. Sedangkan di sekolah, keenam nilai karakter ini diajarkan dalam pendidikan karakter. 


Karakter atau Akhlak disebut juga dengan etika, sehingga dapat menggambarkan kepribadian seseorang yang mengarah kepada kebaikan atau sebaliknya. 

Secara bahasa, akhlak dapat diartikan dengan budi pekerti yang dimiliki manusia, tingkah laku atau kebiasaan sehari-hari yang sudah menjadi pakaian dalam kehidupannya.


Pada dasarnya, manusia lahir ke dunia telah diberi fitrah kecenderungan akhlak yang baik, akan tetapi ada beberapa faktor yang mengakibatkan akhlak manusia baik atau buruk. Yaitu faktor didikan orang tua, lingkungan dan sekolah. Ketiga faktor inipun, bisa mewarnai dengan baik, maka baik akhlaknya.


Secara etimologis, pengertian “akhlak” berasal dari bahasa Arab, jamak dari kata Khuluqun yang berati perangai, tabiat, dan harga diri/budi. 


Menurut Mahmud Yunus, akhlak berasal dari bahasa Arab, jamak dari khuluqun yang berati budi pekerti, perangai, tingkah laku dan tabiat. Sedangkan, Rahmat Djamika dalam bukunya Sistim Etika Islam menyatakan “menurut etimologi, kata akhlak berasal dari bahasa Arab  bentuk jamak dari Mufradnya khuluk yang berati budi pekerti”.


Memperhatikan kepada pengertian akhlak tersebut, maka kita berkesimpulan bahwa akhlak mengadung makna penyesuaian antara perkataan dengan perbuatan yang tanpa dipikirkan terlebih dahulu. Itupun, sudah menjadi kebiasaan. 


Sedangkan dalam perjalanan kehidupan sehari-hari, akhlak disamakan dengan budi pekerti, moral, etika, karakter, kesusilaan, sopan santun dan tata krama.


Akhlak ini tidak bisa hadir secara spontan tanpa dilakukan pembinaan dan pembiasaan melalui latihan. Proses yang dilakukan dalam sebuah kegiatan atau tindakan disebut dengan pembinaan. 


Sedangkan istilah pembinaan, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),merupakan salah satu bentuk usaha dalam pembaharuan yang dilakukan secara kontiniu dan baik untuk mendapatkan hasil yang maksimal.  


Jadi, pembinaan menurut KBBI adalah usaha yang dilakukan oleh guru atau motivator untuk mengarahkan peserta didik baik dalam melakukan kegiatan secara teori maupun secara praktek. Hal ini, dimaksudkan agar memperlancar kegiatan berjalan sebagaimana mestinya.


Pembinaan pada dasarnya, merupakan suatu kegiatan secara sadar dengan mempunyai rencana terarah dan teratur.  Pembinaan dapat diartikan sebagai aktivitas yang dilakukan secara bertanggung jawab untuk mengembangkan kemampuan serta sumber-sumber yang telah disediakan. 


Oleh karena itu, secara umum gerakan Pramuka bertujuan melakukan pembinaan kepada generasi muda untuk mencapai potensi spritiual, sosial dan intelektual secara sepenuhnya. 


Sehingga diharapkan anggota Pramuka memiliki ciri-ciri pribadi berakhlak mulia dan mempunyai rasa ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan demikian kedepannya, generasi muda dari anggota Pramuka dapat memiliki kepribadian yang taat hukum, mempunyai disiplin tinggi, menyadari. Juga menghargai secara sadar nilai-nilai luhur untuk membangun Negara Indonesia.


Tentu, generasi Pramuka harus mampu mengamalkan isi dari kandungan Pancasila dengan ikut serta melestarikan lingkungan hidup, sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang No.12 Tahun 2010 Tentang Gerakan Pramuka.


Justru itu, adanya kegiatan Pramuka, diharapkan adanya perubahan bagi anak-anak yang lebih baik sebagai generasi penerus pewaris bangsa. Begitu banyak yang harus dilakukan dalam pencapaian ini. Terutama dimulai dengan melakukan kegiatan Pramuka salah satunya.


Dalam kegiatan Pramuka, adanya pembentukan watak atau karakter yang berakhlak mulia baik untuk diri sendiri, lingkungan keluarga, masyarakat atau lingkungan sekolah. Bahkan, kegiatan  yang menarik dan menantang. Sehingga membuat peserta didik merasa termotivasi mengikutinya.


Jadi, bila diteliti lebih mendalam, maka nilai karakter yang sesuai dengan kode kehormatan Pramuka dalam bentuk ketentuan moral (Dasa Dharma Pramuka) bisa dijabarkan sebagai berikut :


Pertama, Dharma Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Artinya sebagai anggota Pramuka harus meningkatkan keimanan dan ketakwaannya terhadap Allah SWT sehingga menjadi contoh teladan bagi peserta didik. Beribadah menurut agama dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, dengan menjalanakan perintah dan menjauhi laranganNya merupakan tugas manusia sebagai makhluk Allah SWT.  


Kedua, Dharma Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia. Artinya, sebagai anggota Pramuka harus mempunyai rasa cinta dan kasih sayang kepada sesama manusia, lingkungan dan alam sekitar. Juga, saling menyayangi, saling berbagi, saling mengerti.


Apabila ada saudara kita merasa susah, seharusnya kita dapat merasakan apa yang menjadi kesusahan bagi mereka dengan cara menolong dan membantunya. Begitupun dengan alam sekitar, kita harus bisa menjaga alam ciptaan Allah SWT.


Ketiga, Patriot yang sopan dan ksatria. Artinya, anggota Pramuka harus mempunyai jiwa yang patriotik atau pemuda yang cinta tanah air. Mempunyai sikap yang sopan dan siap siaga dalam membela tanah airnya.


Keempat, Patuh dan suka bermusyawarah. Artinya, anggota Pramuka harus patuh terhadap aturan yang telah ditetapkan pemimpin Pramuka.  Suka bermasyarakat dan selalu bermusyawarah dalam melakukan atau mengambil suatu tindakan. Pramuka adalah seorang pribadi yang setia dan teguh dalam memegang prinsip, baik prinsip terhadap diri sendiri ataupun prinsip yan telah ditentukan suatu organisasi.


Kelima, Rela menolong dan tabah. Artinya, rela menolong adalah sifat yang yang harus dimiliki semua anggota Pramuka. Pun selalu bersedia dan siap untuk melakukan perbuatan baik kepada sesama, baik sesama manusia, lingkungan maupun kepada hewan atau tumbuhan. Dengan adanya sifat tolong menolong, maka beban anggota orang yang ditolong akan merasa terbantu. Sehingga dapat menyelesaikan tujuan dari tugas tersebut.


Keenam, Dharma Rajin, terampil dan gembira Rajin atau tekun dalam aspek Dasa Darma kegiatan Pramuka adalah rajin dan tekun dalam segala kegiatan yang positif.  Rajin bukan hanya dalam kegiatan yang dilakukan dalam lingkup kepramukaan saja. Tetapi rajin dan tekun dalam segala hal baik bagi diri sendiri, ditengah keluarga dan dilingkungan masyakarat. 


Ketujuh, Dharma Hemat, cermat dan bersahaja. Dalam penerapan dasa dharma Pramuka yang ke tujuh dianjurkan untuk gemar menabung. 


Kedelapan, Dharma Disiplin, berani dan setia. Ini merupakan salah satu sifat anggota Pramuka yang harus diterapkan. Tidak boleh dilanggar, adalah disiplin yang dibarengi dengan berani dan setia.  Termasuk disiplin dalam berpakaian, apalagi dalam kegiatan latihan.  


Kesembilan, Dharma Bertanggung jawab dan dapat dipercaya. Implementasi dalam dasa dharma bertanggung jawab dan dapat dipercaya ini adalah berani berbuat dan berani menanggung resiko perbuatan itu sendiri.  Ini mereka lakukan tanpa paksaan dan kesadaran sendiri.


Kesepuluh. Dharma Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.Artinya, anggota Pramuka harus mempunyai pemikiran yang jernih, suci baik itu dalam perkataan dan perbuatnnya. Dharma ini aplikasi dan implikasi penerapannya merupakan salah satu bentuk amal jariyah yang tidak akan terlepas dari lingkungan agama, budaya dan adat istiadat lainnya.


Demikianlahlah nilai-nilai karakter yang terdapat dalam kepramukaan. Gerakan pramuka ini, sangat menunjang pendidikan karakter di sekolah. Tentu, merupakan brand dari sebuah sekolah yang berkarakter dengan memiliki visi ke depan, bergerak demi kemajuan dunia pendidikan.


Marilah kita dukung gerakan pramuka ini. Karena, sangat bermanfaat bagi perkembangan kejiwaan generasi muda dimasa yang akan datang. Semoga cikal kelapa ini, tetap berdiri tegak dan menjadi panutan generasi muda di negeri kita ini. Wallahu 'alam.

Sumber Bacaan :

- Adri Saputra, Perkembangan Sikap Pramuka Ambalan, 2020

- Amin,Samsul Munir, Ilmu Akhlak, Jakarta, 2016 

- Ariesandi, Rahasia Mendidik Anak Agar Sukses dan Bahagia, Tips dan Terpuji Melejitkan Potensi Optimal Anak, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2008.

- Kwartir Nasional Gerakan Parmuka,2014

- Rahmat Djamika, Dalam Budaya Sistim Etika Islam,1992 

- Undang-Undang Tentang Gerakan Pramuka Nomor 12 Tahun 2010.








ADSEN KIRI KANAN