Notification

×

Adsense atas

Adsen

Bupati Kotim; "Jadikan Perbedaan untuk Perekat Antar Sesamanya"

Kamis, 30 Juni 2022 | 14:34 WIB Last Updated 2022-07-04T07:36:27Z

Bupati Halikinnor berfoto bersama jemaat yang menghadiri syukuran dan ibadah Paskah PGPI Kotawaringin Timur di Sampit, Kamis (30/6/2022). (ist)


Sampit, fajarharapan.id - Perbedaan suku, agama, RAS dan antargolongan harus dimaknai positif dan disyukuri dan jangan dijadikan untuk permusuhah. Jadikan segala perbedaan itu untuk lebih merekatkan antar sesamanya.


Hal itu dikatakan Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, saat menghadiri syukuran dan ibadah Paskah PGPI Kotawaringin Timur, Kamis 30 Juni 2022.


Bupati mengajak seluruh masyarakat terus mengedepankan kebersamaan, bukan malah mempermasalahkan perbedaan yang seharusnya bisa dijadikan kekuatan bersama. 


"Kemajemukan tersebut harus menjadi modal dasar kita dalam mewujudkan rasa kebersamaan untuk membangun Kabupaten Kotawaringin Timur ini yang lebih maju dan sejahtera," kata Halikinnor.


Diakui, Kotim didiami oleh masyarakat heterogen yang berlatarbelakang berbagai macam suku dan RAS. Semua perbedaan ini menjadikan kebersamaan, untuk membangun daerah ke depan. Jangan perbedaan ini menjadi permusuhan.


Kehidupan umat beragama di Kotawaringin Timur berjalan sangat baik dengan toleransi sangat tinggi. Semua saling menghormati dan menghargai dalam kemajemukan. 


"Sebagai insan beragama, kita semua percaya bahwa kemajemukan tersebut tidak harus menempatkan kita dalam perbedaan yang menjurus pada egosentris masing-masing kelompok. Justru menjadi kekuatan bersama," tambah Halikinnor.

 

Terkait syukuran dan ibadah Paskah, Halikinnor menilai Paskah sarat dengan makna rohani dan keimanan. Umat Kristen meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa Paskah merupakan perwujudan dari kemurahan dan rasa kasih sayang Tuhan kepada umat-Nya.

 

Paskah juga membawa membawa kesederhanaan dan kesetiakawanan sosial yang akan selalu mengingatkan pada sikap dan tindakan yang didasarkan atas kesadaran. Sebagai makhluk ciptaan Tuhan, setiap manusia memiliki kesamaan derajat, serta hak dan kewajiban dalam mengabdi kepada-Nya. 


Keteladanan hidup yang demikian itulah yang diperlukan dalam mewujudkan rasa persatuan dan kesatuan dalam membangun bangsa dan negara, khususnya Kabupaten Kotawaringin Timur. (ib/audy)



ADSEN KIRI KANAN