Notification

×

Adsense atas

Adsen

Walikota Pariaman Dengan Menteri ATR/Kepala BPN Diskusi PTSL dan RTRW

Sabtu, 21 Mei 2022 | 14:03 WIB Last Updated 2022-05-21T08:08:11Z

Walikota Pariaman Genius Umar temui dan diskusi dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) / Kepala BPN Syofyan A Djalil di Jakarta, Kamis 19 Mei 2022 (foto.dok.mcp)



Kota Pariaman
- Walikota Pariaman Genius Umar berkunjung dan berdiskusi dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) RI, Syofyan A Djalil di Gedung Kementerian ATR/BPN, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (19/05/22).


Kunjungan Walikota Pariaman ini, juga didampingi Asisten I Yaminurizal, Kepala Bappeda Fadli, Kadis Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPR), Asrizal, Kadis Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PerkimLH), Feri Andri dan Kadis Perindustrian Perdagangan Koperasi (Perindagkop) dan UKM Alyendra, beserta beberapa Eselon III di Pemerintah Kota Pariaman.


"Kami mendiskusikan 2 topik dengan Menteri ATR/Kepala BPN, yakni topik pertama tentang Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang memberikan manfaat terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.Kalau sebelumnya pembuatan sertifikat tanah rakyat relatif lama, namun dengan adanya PTSL ini, bisa lebih cepat. Hal itu,asalkan semua unsur pengurusan lengkap dipenuhi. Dan tentunya, hal ini sangat menguntungkan bagi masyarakat," ujarnya.


Wako Genius Umar juga mengucapkan terimakasih kepada Kementerian ATR/BPN yang telah mengalokasikan anggaran untuk penerbitan sertifikat tanah program PTSL di Kota Pariaman, baik pada tahun lalu maupun ditahun 2022 ini.


"Untuk Tahun lalu kita mendapatkan bantuan dari kementerian ATR/BPN sebanyak 1.000 PTSL, dan sudah selesai 100 persen. Pada tahun 2022 ini, kita mendapatkan bantuan 10.000 PTSL. Sehingga semua tanah yang ada di Kota Pariaman telah terdata dan mempunyai sertifikat nantinya," jelas dia.


Ia mengatakan untuk topik Kedua, adalah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Pariaman, dimana Kota Pariaman saat ini sedang merevisi RTRW daerahnya, dimana memerlukan rekomendasi dari pihak Kementrian ATR/BPN, ulasnya.


"Pemko Pariaman perlu percepatan dalam RTRW, terutama untuk penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPARDA) dan peluang investasi kota Pariaman, dan dari diskusi dengan Pak Menteri, Alhamdullilah segera titik temu dan solusi ditemukan dan segera akan dibuatkan rekomendasi RTRW Kota Pariaman ini," terangnya.


Pada kesempatan ini Genius juga menuturkan bagaimana perubahan luas lahan sawah, dan luas Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang ada di daerahnya.Sehingga Menteri memberikan instruksi agar Pemko Pariaman memperhatikan ekosistem sawah, jangan sampai RTRW ini menggangu luas sawah yang ada.


"Kami sepakat dengan Pak Menteri, bahwa untuk membangun daerah kita ini, keseimbangan ekosistem lingkungan dan juga pembangunan harus kita perhatikan, disamping pertumbuhan ekonomi pun harus kita perhitungkan," tuturnya.


Genius juga mengucapkan terimakasih kepada Menteri ATR/Kepala BPN, yang telah menerima pihaknya dan rombongan secara baik dan ramah, dengan suasana yang sangat akrab. Begitu banyak menerima masukan dan saran dari Pak Menteri tentang bagaimana membuat kebijakan yang memperhatikan ekosistem lingkungan yang ada.


Sementara itu, Menteri ATR/Kepala BPN Syofyan A Djalil mengatakan perubahan RTRW yang ada, jangan sampai menggangu ekosistem sawah di Kota Pariaman. Terutama kawasan-kawasan yang mempunyai irigrasi yang lengkap, sehingga akan menggangu hasil dari produktifitas sawah nantinya.


"Boleh-boleh aja kita membangun pabrik, industri atau rumah makan, asalkan tidak mengganggu ekosistem sawah yang ada. Karena dengan adanya regulasi tentang lahan sawah ini, pemerintah harus memperhatikan luasan sawah yang ada di daerahnya, agar tidak beralih fungsi," tegas dia.


Syofyan A Djalil yang pernah memimpin di 4 Kementerian lain sejak 2004 lalu ini, mengharapkan kepada Genius Umar, agar dapat mematuhi semua aturan dan regulasi yang ada. Tetapi jangan sampai regulasi malah membuat daerah tidak bisa maju dan berkembang. Karena pada dasarnya, aturan atau regulasi tersebut, dapat dicarikan solusi dan pemecahanya.


"Apalagi baground pendidikan Pak Walikota ini, S3 nya di IPB Program Manajemen dan Kebijakan Pengelolaan SDA dan Lingkungan. Jadi paham betul apa yang akan dibuat di daerahnya nanti, dengan tetap mengacu kepada kelestarian lingkungan" tutupnya. (mcp-909)










ADSEN KIRI KANAN