Notification

×

Adsense atas

Adsen

Wali Kota Tangsel Mengamuk, Pegawai Dilempar Pena saat Pelantikan Pejabat

Kamis, 26 Mei 2022 | 10:58 WIB Last Updated 2022-05-26T06:58:26Z

 

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie marah saat pelantikan pejabat .



TANGSEL - Puluhan pejabat mengikuti prosesi pelantikan di Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu 25 Mei 2022 malam.


Dalam sesi pelantikan pejabat eselon itu, terjadi insiden di mana Wali Kota Benyamin Davnie kesal atas ketidaksiapan penyelenggara. Pena pun dilempar ke arah pegawai protokol.


"Protokol mana, protokol mana? Kamu ngecek pulpen aja," seru Benyamin seraya menoleh ke arah jajarannya di sebelah kanan.


Kekesalan Pak Ben, sapaan akrabnya, dipicu akibat pena yang tersedia di atas meja tak berfungsi maksimal. Momen itu berlangsung saat penandatanganan berita acara usai pengambilan sumpah jabatan, sebagaimana dikutip Okezone.com.


Semula para pejabat mengikrarkan bersama-sama sumpah jabatan. Selanjutnya, Pak Ben didampingi Asisten Daerah (Asda) Taryono dan Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Fuad menandatangani berita acara.


Sempat terlihat Pak Ben mengamati dari dekat berkas yang sudah ditanda tangani. Pada giliran Kepala BKPP ikut menandatangani berkas, terlihat dia mengganti penanya dengan pena yang dipegang Pak Ben.


Pak Ben lantas melempar pena ke arah pegawainya yang berdiri di sebelah kanan. Kejadian itu disaksikan pula Wakil Wali Kota Pilar Saga Ikhsan dan Sekretariat Daerah (Sekda) Bambang Noertjahyo.


Dalam amanatnya, Pak Ben meminta seluruh jajaran yang dilantik benar-benar menjadi pelayan masyarakat. Menurut dia, profesi sebagai seorang birokrat terikat janji dengan pelayanan yang baik.


"Kita semua yang memilih profesi sebagai birokrat, terikat pada tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat," ucapnya.


Dia juga menekankan tentang makna reformasi birokrasi yang menuntut profesionalitas bagi setiap Pegawai Negeri Sipil. Jika sebelumnya menggunakan pendekatan struktur dan hierarki, maka saat ini lebih terfokus pada fungsi, kompetensi dan spesialisasi.


"Birokrasi harus mampu bertransformasi menjadi sebuah institusi yang profesional, yang diisi oleh personil-personil yang kompeten dan capable. Salah satu poin transformasi atau reformasi birokrasi ini adalah penyesuaian karakter birokrasi itu sendiri," tegasnya.(*)



ADSEN KIRI KANAN