Notification

×

Adsense atas

Adsen

Usai Serang Inggris, Wabah Cacar Monyet Kini Masuk Spanyol

Kamis, 19 Mei 2022 | 07:35 WIB Last Updated 2022-05-19T00:35:00Z

 

Ilustrasi tangan pasien yang terserang penyakit cacar monyet. 

MADRID – Kementerian Kesehatan Spanyol mengumumkan peringatan kepada masyarakat menyusul terdeteksinya delapan kasus dugaan cacar monyet di Ibu Kota Madrid. Hal itu dilaporkan surat kabar El Pais, Rabu (18/5/2022), mengutip dokumen kementerian dan beberapa sumber perawatan kesehatan setempat.


Spanyol telah meningkatkan kewaspadaan pada Selasa (17/5/2022), setelah negara tetangga Portugal itu mengonfirmasi tiga kasus cacar monyet pada hari yang sama. Dua hari sebelumnya, Badan Keamanan Kesehatan Inggris juga mengonfirmasi wabah cacar monyet yang telah menginfeksi tujuh orang, sebagaimana dikutip iNews.id.


Menurut laporan, kasus-kasus yang ditemukan di Madrid belum dikonfirmasi secara resmi oleh Pusat Mikrobiologi Nasional Spanyol. El Pais menyebutkan, sangat sulit untuk mengidentifikasi hubungan epidemiologis antara orang-orang yang terkena dampak virus itu. Dengan kata lain, ada beberapa rantai penularan virus yang tidak teridentifikasi.


Penyakit cacar monyet, atau dalam Bahasa Inggris disebut monkeypox, ditularkan melalui kontak fisik langsung dan tetesan udara. Virus itu terutama menyebar di Afrika Tengah dan Barat. Masa inkubasi cacar monyet biasanya berlangsung dari 6 hingga 13 hari, dan dapat bertahan hingga 21 hari.


Beberapa gejala cacar monyet antara lain berupa demam, nyeri punggung dan otot, serta ruam pada tubuh.


Cacar monyet adalah infeksi virus langka. Gejalanya mirip dengan cacar pada manusia (smallpox)—yang telah diberantas pada 1980.


Cacar monyet jauh lebih ringan dari cacar manusia dan sebagian besar penderitanya sembuh dalam beberapa pekan. Kendati demikian, kasus langka penyakit tersebut bisa berakibat fatal.(*)



ADSEN KIRI KANAN