Notification

×

Adsense atas

Adsen

Penumpang Panik Terima Foto Kecelakaan, Pesawat Tujuan Istanbul Batal Terbang

Rabu, 11 Mei 2022 | 15:02 WIB Last Updated 2022-05-11T08:02:21Z

ilustrasi.


TEL AVIV – Sembilan pemuda Israel ditahan pada Selasa (10/5/2022) setelah menyebabkan penundaan penerbangan dari Tel Aviv ke Istanbul, Turki dengan membagikan foto kecelakaan pesawat yang menyebabkan kepanikan di antara penumpang.


Saat pesawat AnadoluJet bersiap untuk lepas landas, penumpang menerima pesan berisi foto-foto bencana penerbangan yang mengerikan, mendorong kru pesawat untuk berbalik ke darat dan memanggil polisi.


Menurut laporan media, pesawat Boeing 737 yang dioperasikan oleh anak perusahaan Turkish Airlines itu diizinkan untuk meninggalkan bandara Ben Gurion di Tel Aviv dengan sekira 160 orang di dalamnya, ketika beberapa penumpang menerima permintaan aneh melalui fitur airdrop iPhone mereka, sebagaimana dikutip okezone.com.


Mereka yang menyetujuinya disuguhi foto-foto kecelakaan Turkish Airlines 2009 di Amsterdam dan bangkai pesawat Asiana Airlines 2013 di San Francisco, di antara foto-foto lain.


“Kami naik ke pesawat dan pesawat mulai bergerak. Kebanyakan orang menerima permintaan konfirmasi foto di AirDrop. Beberapa menyetujui, beberapa tidak,” kata seorang penumpang kepada penyiar Israel Kan.


“Pesawat berhenti, dan pramugari bertanya siapa yang mendapatkan foto itu. Setelah beberapa menit, kami disuruh turun. Polisi muncul, jadi kami menyadari ada insiden. Otoritas bandara memberi tahu kami bahwa ada insiden keamanan, dan mereka mengeluarkan semua barang bawaan kami dari rencana untuk pemeriksaan sekunder,” tambah saksi itu sebagaimana dilansir RT.


“Seorang wanita pingsan, yang lain mengalami serangan panik,” kata penumpang lain, yang diidentifikasi hanya sebagai Diana, mengatakan kepada Channel 12 Israel.


Meski pihak berwenang pada awalnya takut akan terorisme atau serangan dunia maya, mereka dengan cepat sadar bahwa foto-foto itu berasal dari dalam pesawat. Pelakunya dengan cepat diidentifikasi sebagai sembilan warga negara Israel, berusia sekira 18 tahun, yang berada di pesawat dan ditahan untuk diinterogasi.


Mereka dilaporkan semua dari desa yang sama di Galilea, di Israel utara.


"Saya yakin polisi dan otoritas keamanan akan mencari tahu mengapa mereka melakukannya," kata Juru Bicara Otoritas Bandara Oren Lefler kepada Channel 12.


Setelah penundaan beberapa jam, pesawat itu berangkat dan mendarat dengan selamat di Bandara Sabiha Gokcen Istanbul, minus kesembilan remaja. Mereka dapat didakwa menyebarkan informasi palsu yang menyebabkan ketakutan dan kepanikan, karena foto-foto itu “dapat ditafsirkan sebagai ancaman untuk melakukan serangan,” kata polisi.


Jika terbukti bersalah, mereka bisa menghadapi hukuman tiga tahun penjara.(*)



ADSEN KIRI KANAN