Notification

×

Adsense atas

Adsen


Pelaku Skimming Berhasil Kuras Rp1,5 Miliar Dana Nasabah Bank Nagari

Kamis, 12 Mei 2022 | 20:21 WIB Last Updated 2022-05-12T13:58:53Z

 

Dirut Bank Nagari, Muhamad Irsyad memberikan penjelasan kasus skiming yang dialami nasabah kepada wartawan ketika jumpa pers di bank tersebut, Kamis (12/5/2022).


Padang, fajarharapan.id - Sebanyak Rp1,5 miliar dana nasabah Bank Nagari, Sumatera Barat (Sumbar) dikuras pelaku kejahatan skimming dengan korban 141 orang. Sementara Automated Teller Machine (ATM) yang diduga dipasang skimmer oleh pelaku 3 unit.


Informasi itu disampaikan Direktur Utama (Dirut) Bank Nagari, Muhamad Irsyad saat jumpa pers, Kamis (12/5/2022).  Hadir pada kesempatan itu, selain Dirut Muhamad Irsyad juga dihadiri Komisaris Utama, Benni Warlis, Direktur Keuangan, Sania Putra dan beberapa petinggi Bank Nagari lainnya. Hadir juga pada kesempatan itu, Ketua PWI Sumbar, H. Heranof Firdaus serta para wartawan baik cetak maupun elektronik.


Irsyad menegaskan bahwa laporan terkait penyalahgunaan transaksi keuangan pada kartu ATM nasabah Bank Nagari bukan merupakan pembobolan sistem pada Bank Nagari, tetapi merupakan tindak kejahatan pencurian skimming.


Irsyad meluruskan tentang kasus pencurian dana nasabah, sebab beberapa media terutama online banyak menulis telah terjadi pembobolan Bank Nagari. "Perlu saya luruskan tentang penyalahgunaan transaksi keuangan pada kartu ATM nasabah Bank Nagari bukan merupakan pembobolan sistem pada Bank Nagari, tetapi merupakan tindak kejahatan pencurian skimming," ujarnya.


Menurutnya, kasus itu mulai heboh pada 4-5 Mei 2022. Di saat nasabah sedang asyik lebaran bersama keluarga, tiba-tiba salah seorang korban melaporkan ke Bank Nagari ada yang menarik uang di rekeningnya. "Setelah menerima laporan tersebut, kami mengadakan rapat kemudian memblokir transaksi ATM di luar Bank Nagari untuk menghindari lebih banyak kerugian," tambahnya.


Berdasarkan laporan pengaduan nasabah, Bank Nagari langsung melakukan percepatan penelusuran investigasi. Langkah yang dilakukan pertama adalah melakukan pengecekan terhadap data transaksi terakhir yang dilakukan oleh nasabah melalui kartu ATM sebelum terjadi kejadian transaksi mencurigakan yang dilaporkan nasabah.


“Selanjutnya kami melakukan pengecekan langsung ke lokasi ATM Bank Nagari yang diduga menjadi transaksi terakhir nasabah dan mengambil rekaman CCTV di lokasi ATM,” jelasnya.


Hasil investigasi diperoleh transaksi yang terjadi menggunakan kartu ATM Bank Nagari yang bertransaksi pada Channel ATM Bank lain di luar Provinsi Sumbar.


Berdasarkan laporan dari nasabah sampai Kamis (12/4/2022), kerugian yang dialami Bank Nagari mencapai Rp1,5 miliar, sedangkan ATM nasabah yang kena skimming tercatat 141 orang dan ATM yang dipasang pasang skimmer ada tiga unit. ATM Terandam, Anduring dan ATM di GG Mart Aur Duri, Kota Padang. 


Dijelaskan, skimming bentuk kejahatan mencuri informasi dari kartu debit atau kredit milik nasabah, menggunakan alat khusus bernama skimmer. Skimmer biasanya dibuat menyerupai bentuk mulut slot kartu ATM, sehingga sekilas terlihat sama dan sulit diidentifikasi.


Menurut penjelasan Dirut Bank Nagari, card skimming aktivitas menggandakan informasi yang terdapat dalam pita magnetik (magnetic stripe) yang terdapat pada kartu kredit maupun ATM. Skimming upaya mencuri data dari pita magnetik kartu ATM/debit secara ilegal untuk memiliki kendali atas rekening korban.


Teknik pembobolan karu ATM nasabah melalui teknik skimming yang jadi korban bukan Bank Nagari saja, juga pernah dialami oleh bank-bank besar lainnya.


Menurutnya, diketahui skimming dilakukan dengan cara mengggunakan alat yang ditempelkan pada slot mesin ATM (tempat memasukkan kartu ATM) dengan alat yang dikenal dengan nama skimmer. Modus operasinya adalah mengkloning data dari magnetic srtripe yang terdapat pada kartu ATM milik nasabah.


Sebagai informasi, magnetic stripe adalah garis lebar hitam yang berada dibagian belakang kartu ATM. Fungsinya kurang lebih seperti tape kaset, material Ferromagnetic yang dapat dipakai untuk menyimpan data (suara, gambar, atau bit biner).


Disebutkan, skimmer bukan satu-satunya alat yang digunakan oleh para pelaku skimming. Para pelaku biasanya juga memanfaatkan kamera pengintai (spy cam) untuk mengetahui gerakan jari nasabah saat memasukkan PIN kartu ATM. 


Bank Nagari Siap Bertanggungjawab

Irsyad menambahkan, atas hebohnya kasus tersebut Bank Nagari siap bertanggungjawab dengan mengganti dana nasabah yang hilang 100 persen. "Mulai hari ini (Kamis 12 Mei 2022 --red) nasabah bisa melaporkan ke Bank Nagari terdekat. Jika memiliki bukti yang kuat atas korban skimming, Bank Nagari siap menggantinya 100 persen, nasabah jangan khawatir," bebernya.


Diakui Irsyad, Bank Nagari akan mengambil hikmah dari peristiwa tersebut dengan meningkatkan keamanan untuk mengembalikan kepercayaan nasabah terhadap bank yang menjadi kebanggaan warga Sumbar. 


Bagi nasabah yang mengaku menjadi korban skimming segera melapor ke Bank Nagari terdekat, sehingga bisa diselesaikan mengganti uang nasabah yang dicuri oleh orang yang tak bertangungjawab tersebut sesegera mungkin. (Roni DZ)


adsensen-1

ADSEN KIRI KANAN