Notification

×

Adsense atas

Adsen

Kampuang Rambah Kinali Laksanakan Tradisi Balimau Basamo di Hari Raya Idul Fitri

Selasa, 03 Mei 2022 | 11:36 WIB Last Updated 2022-05-03T04:36:46Z

.


Kinali, fajarharapan.id - Istilah Balimau sudah lama ada di Minangkabau. Istilah ini digunakan oleh masyarakat Minangkabau ketika akan memasuki bulan suci Ramadhan. Istilah ini menggambarkan bahwa seseorang yang akan memasuki bulan suci Ramadhan harus terlebih dahulu mensucikan dirinya, dengan cara mandi. 


Biasanya Balimau harus membasahi seluruh anggota badan dan betul-betul harus bersih. Kebiasaan ini masih bisa ditemui dihampir setiap daerah di Sumatera Barat.


Ada lagi keunikan tradisi Balimau Basamo di Rambah Kinali Kabupaten Pasaman Barat. Balimau Basamo disini yaitu cukup mengusapkan air di bagian kepala sebelah kiri kepada para pemangku adat di kampung Rambah. 


Salah satu tradisi yang masih terjaga Pada Hari Raya Idul Fitri, atau beberapa hari setelahnya, masyarakat Kinali khususnya Kampung Rambah, Jorong Ampek Koto, Barat Nagari Kinali, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat. melaksanakan tradisi Balimau Basamo disebut juga dengan Manjalang Rumah Gadang atau Manjalang Induak bertempat di Rumah Gadang Dt Bandaro, Senin (02/05/2022) Berlangsung Khidmat.


Tradisi ini sudah ada sejak lama, turun temurun, yakni Menjelang bertandang ke rumah Gadang Adat Datuak pada lebaran atau hari raya Idul Fitri. Anak cucu kemenakan biasa datang untuk bersilaturrahmi dan meminta maaf kepada Ninik mamak, Bundo Kandung, cucu kemanakan atau kepada sesama tetangga di 


Tokoh Adat H.Anwir, SH Dt. Bandaro Didampingi Syafri Akmal Dt Sutan Bandaro serta Indriadi urang tuo Adat, Niniak Mamak Kampuang Rambah mengatakan, tradisi Balimau Basamo telah ada sejak dahulunya Kegiatannya yaitu melimaukan seluruh Perangkat Adat yang datang,  makanya pada Hari Idul Fitri ini seluruh Perangkat Adat Niniak Mamak dilimau oleh Azmi Induk Rumah Gadang dengan Induak Rang tuo Adat, dikatakan Anwir Dt Bandaro.


Selain itu Kita Juga Undang Syafri Akmal Dt Sutan Bandaro Andiko Langam di Ampek Koto Mereka Asalnya dari Dt.Bandaro Juga. 


"Kita juga Menetapkan Perangkat Adatdan atau gadiang balalai yang bertugas nantinya ada sebanyak 47 orang di masing-masing kampung Rambah  Kinali, “ulas Anwir Dt. Bandaro.


Setelah tradisi Balimau Basamo di laksanakan di halaman rumah gadang selanjutnya tokoh adat dan tamu lainnya dipersilahkan memasuki rumah gadang untuk Makan Basamo. Dimana proses pelaksanaan Makan Basamo di hidangan urang sumando (semenda). Adapun makanan yang dibawa para kaum ibu di Jamba berisi nasi kunik  dan Singgang ayam yang menyerupai nasi tumpeng pada umumnya. Tidak ketinggalan masakan terwnak di dunia yaitu Rendang.


Tradisi makan basamo perlu dirawat dan dijaga agar tetap lestari. Setelah sebulan Ramadhan kemarin kita berpuasa. Momen makan basamo di Hari Raya ini membuat selera makan bertambah. Ibu-ibu bundo kanduang dengan suka rela membuat masakan paling istimewa tentunya untuk dihidangkan. 


"Makan Basamo merupakan tanda rasa syukur atas karunia rezeki yang diperoleh selama satu tahun, hasil pertanian yang melimpah, padi, jagung, sayuran dan hewan peliharaan berproduksi secara baik. Oleh sebab itu, perlu kiranya mensyukurinya dengan cara Makan Basamo," tambahnya.


Disamping juga untuk meningkatkan rasa kekerabatan antar suku dan kampung yang ada di tatanan masyarakat di Kampuang Rambah Kinali. Dengan adanya Makan Basamo ini diharapkan sekat-sekat individual terkikis, silangsengketa terselesaikan setelah acara Makan Basamo.


" Harapa kita kedepannya semankin di semarakkan lagi kedua tradisi ini terkhusus di rambah Kinali. Ibarat pepatah lain lubuk lain pula ikannyo Mari Lestarikan budaya Minangkabau," pungkas Anwir Datuak Bandaro. (By Roni)


ADSEN KIRI KANAN