Notification

×

Adsense atas

Adsen

Gubernur Sumbar : MTQN XL Tingkat Kab Agam, Jadi Momentum Umat Islam Kembali Pahami Al-Qur’an

Jumat, 27 Mei 2022 | 11:43 WIB Last Updated 2022-05-27T04:43:42Z

 


.

Agam - Al-Qur’an dan Sunnah merupakan landasan kehidupan masyarakat minangkabau, yang menganut Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Oleh sebab itu diperlukan  pemahaman dan implementasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.


Pesan tersebut disampaikan Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Mahyeldi, saat membuka acara Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) Tingkat Kabupaten Agam ke- XL di Lapangan Bola Kaki Jorong Paninggahan Ateh, Nagari Nan Tujuah, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam, Kamis (26/5/2022).


Menurut Gubernur, MTQN Tingkat Kab. Agam ini salah satu momen membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat, sehingga lahirlah generasi qur'ani dan menjadikan Agam lebih baik kedepannya.


Gubernur menyebut, diperlukan stimulan dalam rangka mempercepat kualitas dan kuantitas rumah tahfidz Qur'an di Agam,  yang mana hal tersebut sejalan dengan visi misi pemerintah daerah Kabupaten Agam. 


"Maka dari itu kita perlu banyak orang yang hafal dengan Qur'an, karena sekarang ini, ada orang-orang yang berani dan secara terbuka ingin menghapus 300 ayat Al-Qur’an," kata Gubernur Sumbar dengaan sapaan akrab Buya itu.


"Hal yang seperti ini baru kita rasakan akhir-akhir ini saja, dahulu jangankan 300 ayat, 1 ayat pun yang mau dihapus masyarakat sudah heboh di dunia ini. Namun pada kenyataan sekarang ini, ada orang yang mau menghapus Al-Qur’an sampai 300 ayat itu, bahkan tidak sedikit juga orang yang memberikan dukungan kepada mereka. Apalagi yang berbicara itu mereka yang sudah murtad dari agama islam," lanjutnya. 


Dalam sambutannya tersebut Buya juga menceritakan kisah perjuangan Syekh Sulaiman Arrasulli, yang dikisahkan bagaimana beliau berjuang dengan semangat nasionalismenya bagi bangsa indonesia. Ia juga menyebut, Indonesia sekarang ini merupakan hasil dari kontribusi dari para ulama, tuanku, dan guru seperti Syekh Sulaiman Arrasuli. 


"Dari cerita Syekh Sulaiman Arrasuli tersebut dapat menjadi pembanding dan cerminan kepada kita semua bahwasanya banyak dari masyarakat kita yang sudah lupa bagaimana peran ulama dan perjuangan tokoh-tokoh agama dalam memperjuangkan kemerdekaan indonesia," imbuhnya.


Sementara itu, Bupati Kabupaten Agam, Andri Warman, mengatakan pihaknya telah melakukan MoU dengan Kankemenag dan MUI dalam mengembangkan minat baca tulis Al-Qur’an bagi generasi Kabupaten Agam. Selain itu, sekarang ini Pemkab Agam tengah mengupayakan di setiap jorong memiliki minimal satu rumah tahfidz. 


"Untuk kondisi terkini Kab Agam telah memiliki 200 rumah tahfidz. Hal ini diupayakan demi menumbuhkan kecintaan umat kepada Al-Qur’an dan mewujudkan SDM unggul serta profesional yang bermental qur’ani," katanya. 


Mendukung pengembangan rumah tahfidz ini, Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Hendri, berharap masyarakat Agam dapat menjadi masyarakat yang humanis dan terbuka, serta sebagai salah satu bentuk dakwah sempurnanya akhlak dan jati diri umat. 


"Kita harap nilai-nilai Al-Qur’an mampu mewarnai setiap gerak langkah kita, baik dalam kehidupan keluarga, masyarakat, dan di kalangan birokrasi. Hal ini juga dapat dijadikan motivasi bagi kita untuk meningkatkan kualitas dan pengembangan diri di tengah masyarakat," tuturnya. 


Ia juga berharap dengan adanya MTQN Tingkat Kab. Agam dapat menimbulkan multiflyer effect terhadap kehidupan masyarakat, seperti munculnya gerakan cinta kepada Al-Qur’an, munculnya kegiatan Mari Mengaji, kegiatan kembali ke surau, dan gerakkan 1000 tahfidz. 

(Via/MMC) Diskominfotik Sumbar.


ADSEN KIRI KANAN