Notification

×

Adsense atas

Adsen

Gempa M6,0 Guncang Enggano, BPBD Bengkulu: Belum Ada Laporan Kerusakan

Selasa, 17 Mei 2022 | 12:34 WIB Last Updated 2022-05-17T05:34:06Z

 

Ilustrasi

BENGKULU - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 6,0 mengguncang Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, Selasa (17/5/2022), pukul 01.58 WIB.


Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi tersebut berlokasi di laut pada jarak 51 Kilometer (Km) arah Barat Daya, Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, pada kedalaman 10 km, sebagaimana dikutip Okezone.com.


Kepala Bidang (Kabid) Tanggap Darurat, BPBD Provinsi Bengkulu, Khristian Hermansyah mengatakan, berdasarkan laporan warga setempat merasakan cukup kencang guncangan gempa. Di mana saat kejadian itu serasa diayun-ayun.


"Dari pukul 02.00 WIB dini hari tadi, kami sudah berkoordinasi ke BPBD Kabupaten Bengkulu Utara, sampai saat ini belum ada informasi kerusakan, paska gempa. Nanti kami akan informasikan terupdate," kata Khristian, saat dikonfirmasi, Selasa (17/5/2022).


Sementara itu, Camat Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Susanto mengatakan, kondisi masyarkat di Pulau Enggano, pascagempa masih tenang dan aman.


"Dampak gempa, alhamdulilah tidak ada kerusakan di rumah penduduk dan perkantoran serta tidak ada korban jiwa. Warga masih tenang, tidak ada yang mengungsi," jelas Susanto.


Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kepahiang, Bengkulu, Litman mengatakan, dari kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal, akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia.


Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault.


Gempa ini, kata Litman, berdampak dan dirasakan di daerah Kota Bengkulu dengan skala MMI, III - IV, III - IV Kabupaten Bengkulu Utara, III Kabupaten Kepahiang, III Kabupaten Rejang Lebong, dan skala IV-V di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara.


"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa," kata Litman.(*)


ADSEN KIRI KANAN