Notification

×

Adsense atas

Adsen


Redi Susilo: "Efisiensi, Cara Bijak Menghadapi Pandemi"

Minggu, 17 April 2022 | 16:01 WIB Last Updated 2022-04-17T09:01:48Z



Sijunjung, fajarharapan id - Redi Susilo S.Pd., Wakil Ketua DPRD Sijunjung, mengatakan satu-satunya cara dan langkah yang paling bijak dan pintar dalam menghadapi Pandemi Covid-19 adalah efisiensi di semua sektor, terutama dalam penggunaan APBD Kabupaten Sijunjung di tahun anggaran yang sedang berjalan, 2022, dan tahun-tahun anggaran berikutnya.


"Kita tidak tahu kapan Pandemi akan berakhir, walau sejak beberapa waktu belakangan angka penularannya turun sangat signifikan," kata politisi Partai Demokrat itu kepada fajatharapan.id, Minggu (17/4/2022).


Sebab, menurut Redi, selagi Pandemi masih terjadi, maka selama itu pula segala daya dan upaya banyak terkuras untuk penanganannya.


Sebagai politisi yang duduk di lembaga wakil rakyat, menurut Redi, cara yang ia tempuh bersama para koleganya sesama anggota DPRD Sijunjung dalam membantu masyarakat yang kesusahan adalah bagaimana setiap sen uang yang ada di APBD Sijunjung bermanfaat bagi kepentingan masyarakat dan daerah. "Kita tak menginginkan ada anggaran yang terpakai untuk kegiatan yang tidak berfaedah,' katanya.


"Apa boleh buat, kita terpaksa melakukan efisiensi anggaran besar-besaran," katanya. APBD Sijunjung yang dari tahun ke tahun nilainya tak seberapa, menurut Redi, semakin ramping oleh langkah efisiensi.


"Apa boleh buat, itu sebuah keharusan karena dipaksa oleh keadaan." Dijelaskan, di tengah Pandemi belakangan ini, terdapat sejumlah sektor yang mendapat prioritas karena bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat, selain ada sejumlah sektor yang mengalami penundaan.


"Sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan dan lainnya masih menjadi skala prioritas karena bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat banyak," urainya. Temasuk juga UMKM, menurut Redi, perlu tetap mendapat perhatian dan penanganan karena merupakan sumber ekonomi sekian banyak masyarakat Sijunjung.


Redi juga tidak menafikan perlunya pembangunan sejumlah infrastruktur dasar, terutama yang berhubungan langsung dengan perekonomian masyarakat.


 "Kalau ada ruas jalan tertentu yang dinilai vital untuk akses ekonomi dan akses sosial masyarakat, masih mendapat penanganan," tandasnya.


Redi berharap Pandemi Covid-19 cepat berakhir, antara lain dengan cara masyarakat disiplin dalam menerapkan prokes (protokol kesehatan). " Kalau Pandemi sudah berakhir, kita tentu bisa kembali ke kondisi semula, yang memungkinkan banyak sektor mendapatkan perhatian dan penanganan yang baik," katanya. (syf)


adsensen-1

ADSEN KIRI KANAN