Notification

×

Adsense atas

Adsen

Pertahankan Status Quo, Israel Larang Yahudi Masuki Masjid Al Aqsa di Akhir Ramadan

Jumat, 22 April 2022 | 08:27 WIB Last Updated 2022-04-22T01:27:41Z


.


YERUSALEM Israel mengatakan pada Kamis (21/4/2022) bahwa pihaknya memberlakukan aturan lama yang melarang umat Yahudi berdoa di kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem, membantah tuduhan dari Liga Arab bahwa Tel Aviv mengizinkan ibadah semacam itu terjadi.


Kekerasan di kompleks yang menjadi tempat suci Yahudi dan Islam itu telah meningkat selama seminggu terakhir, menambah kekhawatiran akan kembali pecahnya konflik Palestina-Israel yang lebih luas, sebagaimana dikutip Okezone.com.


Pasukan keamanan Israel telah bersiaga tinggi dengan bulan suci Ramadan bertepatan dengan hari raya Paskah Yahudi dan Paskah Kristen.


Liga Arab mengatakan Israel telah melanggar status quo dan mengizinkan orang-orang Yahudi untuk berdoa di kompleks itu, menyebutnya sebagai "provokasi". Namun, Israel mengatakan telah mempertahankan status quo dan tidak ada perubahan dalam aturan larangan doa Yahudi yang telah lama diberlakukan di situs yang menjadi titik panas ketegangan itu.


"Israel mempertahankan status quo, yang mencakup kebebasan berdoa bagi umat Islam dan hak berkunjung bagi non-Muslim. Polisi menegakkan larangan shalat Yahudi," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Israel Lior Haiat sebagaimana dilansir Reuters.


"Selama beberapa tahun terakhir, Israel tidak mengizinkan orang Yahudi mengunjungi Temple Mount selama 10 hari terakhir Ramadan untuk mencegah gesekan apa pun," katanya.


Periode 10 hari itu dimulai pada Jumat (22/4/2022).


Delegasi Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) bertemu secara terpisah dengan para pemimpin Israel dan Palestina untuk mencoba meredakan ketegangan.


Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan kepada delegasi bahwa Israel bertanggung jawab atas eskalasi dan meminta Amerika Serikat campur tangan, menurut seorang pejabat Otoritas Palestina.


Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid berdiskusi dengan utusan AS tentang upaya Israel untuk mempertahankan status quo di Temple Mount dan kompleks Masjid Al Aqsa, menurut pernyataan kementerian. Lapid juga meminta para pemimpin regional untuk membantu memulihkan ketenangan.


Kota Tua berada di Yerusalem Timur, direbut oleh Israel dalam perang 1967 dan dianeksasi dalam sebuah langkah yang tidak mendapat pengakuan internasional.


Palestina ingin Yerusalem Timur menjadi ibu kota negara yang mereka coba bangun di Tepi Barat dan Gaza yang diduduki.(*)



ADSEN KIRI KANAN