Notification

×

Adsense atas

Adsen


Tanah Miliknya Diklaim Pihak Lain Anggota Kodim 1701 Jayapura Marah

Rabu, 09 Maret 2022 | 08:04 WIB Last Updated 2022-03-09T01:04:22Z

.


Keerom, fajarharapan.id - Sengketa Tanah 100 ha di Bate, Keerom, Papua yang di klaim secara sepihak oleh Keluarga Alm Rahman Baco, akhirbya anggota TNI ini bertindak.


"Saya ambil kembali tanah seluas 3 ha, ini berdasarkan dokumen pelepasan masyarakat adat, kwitansi pembayaran atas tanah tersebut, beberapa Dokumen lainnya, sebagai bukti kepemilikikan tanah ini," ujar anggota Kodim 1701 Jayapura /Koramil 1701-04 Arso, Sertu Hudadin Rumakway, di sela sela pemasangan papan nama hak milik atas tanah seluas 3 ha di Bate, Selasa (8/3/2022).


Kata Sertu Hudadin Rumakway, yang menjadi haknya yang berikan adat itu ambil. "Saya memiliki surat pelepasan resmi dari pihak masyarakat adat, serta bukti pembayaran atas tanah dan dokumen lain," ujarnya kepada fajarharapan id.


Tanah seluas 3 ha itu di lepas masyarakat adat di Kampung Bate melalui surat pelepasan resmi, atas kontribusinya terhadap kepala suku Bate dalam menjalani pengobatan karena sakit di PNG.


Sehingga 3 ha tanah tersebut tidak masuk dalam daftar yang diklaim secara sepihak oleh anaknya Alm Rahman Baco, yang saat itu menipu warga dengan pemasangan jaringan listrik, kompensasinya adalah tanah seluas 5 ha yang kini berkembang menjadi 100 ha.


Menurut Babinsa Koramil 1701-04 Arso tersebut, tanah seluas 100 ha yang di klaim anaknya Alm Rahman Baco (Lis) penipuan ayahnya kepada masyarakat di Dusun Bate (Kini Kampung Biobiosi)


Singkat cerita, awalnya Alm Rahman Baco ke Dusun Bate menemui masyarakat, menawarkan pemasangan listrik tenaga diesel, dengan kompensasi tanah 5 hektar, karena masyarakat juga membutuhkan penerangan sehingga, jelang beberapa hari terjadilah kesepakan bersama dan dapat dilakukan pemasangan jaringan listrik.


Namun sayangnya, aliran listrik yang di pasang bukan bersumber dari mesin diesel/genset, justru Alm Rahman Baco mencuri jaringan listrik milik PT PLN di Arso 10, untuk menyambungkannya ke perumahan warga (15 KK) di Dusun Bate.


Setelah terpasang, sebulan kemudian di ketahui pihak PLN, akibatnya jaringan listrik pun diputuskan oleh pihak pemiliknya, karena tidak ada koordinasi antara Alm Rahman Baco dengan pihak PLN untuk memasang atau menyambung jaringan listrik ke Bate.


Lebih lanjut Sertu Hudadin Rumakway menambahakan, awalnya 5 ha tanah untuk kompensasi, namun di tahun 2017  keluarga Rahman Baco mengklaimnya hingga luas tanahnya menjadi 100 ha, termasuk tanahnya 3 ha dianggap menjadi miliknya.


"Ini yang membuat saya marah, sehingga saya ambil kembali tanah saya seluas 3 ha di bate, silahkan mau ajukan gugatan kita liat aja, siapa yang memiliki dokumen lengkap," ujarnya. 


"Tanah ini adalah milik saya, sehingga hari ini saya memasang papan nama untuk di ketahui oleh semua orang, agar jelas kepemilikannya," ujarnya. (NR)


adsensen-1

ADSEN KIRI KANAN