Notification

×

Adsense atas

Adsen

Serangan Rusia ke Ukraina Tewaskan 227 Warga Sipil, Sebagian Besar Terkena Artileri dan Roket

Kamis, 03 Maret 2022 | 07:40 WIB Last Updated 2022-03-03T00:40:48Z


Serangan Rusia ke Ukraina telah menewaskan 227 warga sipil hingga 1 Maret 


JENEWA - Kantor HAM PBB mengungkap, serangan Rusia ke Ukraina telah menewaskan 227 warga sipil dan melukai 525 lainnya hingga 1 Maret 2022 malam. Rusia menyerang Ukraina pada 24 Februari, sehari setelah Presiden Vladimir Putin mengeluarkan perintah operasi militer khusus.


Menurut kantor HAM PBB, sebagian besar korban tewas disebabkan serangan senjata berpeledak dengan area dampak luas, seperti artileri berat, sistem peluncur roket, dan serangan udara.


Disebutkan jumlah sebebarnya korban tewas selama konflik diyakini jauh lebih tinggi daripada data resmi. Data korban dari wilayah tertentu di Ukraina, terutama yang dikuasai pemerintah, tak langsung masuk. Wilayah yang dikuasai pemerintah Ukraina mengalami pertempuran sengit, sebagaimana dikutip iNews.id.


Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengatakan, serangan Rusia menyebabkan kerusakan pada infrastruktur non-militer. Dia tidak menuduh Rusia Moskow sengaja menargetkan warga sipil.


"Kami mengamati dengan cermat apa yang terjadi di Ukraina saat ini, termasuk apa yang terjadi pada warga sipil. Kami mempertimbangkan, mendokumentasikan, dan ingin memastikan, ada pertanggungjawaban untuk ini," kata Blinken, dikutip dari Reuters, Kamis (3/3/2022).


Sementara itu Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu pada Selasa lalu menegaskan, operasi militer khusus di Ukraina masih terus berlanjut sampai tujuannya tercapai. 


Tujuan utama operasi adalah melindungi Federasi Rusia dari ancaman militer negara-negara Barat. Dia menegaskan Rusia tidak punya niat menduduki Ukraina serta beruupaya tak melibatkan warga sipil. (*)



ADSEN KIRI KANAN