Notification

×

Adsense atas

Adsen

Sekdakab Pd.Pariaman Minta ; Anggota DWP Harus Menjadi Bundo Kanduang Idola Keluarga

Kamis, 03 Maret 2022 | 17:02 WIB Last Updated 2022-03-03T10:02:15Z

Sekdakab Padang Pariaman Rudy Repanaldi Rilis ketika dalam acara sosialisasi penerapan budaya Minangkabau kepada anggota DWP Padang Pariaman, 2 Maret 2022 (foto.dok.kmnfo).


Parik Malintang, fajarharapan.id.

- Dalam upaya meningkatkan peran anggotanya dan penerapan budaya Minangkabau di lingkungan rumah tangga, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Padang Pariaman menggelar Sosialisasi Budaya Minangkabau bertempat di Aula Kantor Bupati, Rabu (02/03/22).


Kegiatan yang merupakan pertemuan bulanan anggota DWP Padang Pariaman itu, dibuka Sekdakab Rudy Repenaldi Rilis, SSTP MM, dengan mengusung tema "Peran Bundo Kanduang Dalam Pelestarian Adat dan Budaya Minangkabau di lingkungan Rumah Tangga".


Sebagaimana disampaikan Sekretaris DWP Ny.Yusnelly Roza Suhatman, peserta Sosialisasi ini terdiri dari pengurus dan anggota DWP Kabupaten, pengurus DWP unit dan Kecamatan se Kabupaten Padang Pariaman.


Pembina DWP Padang Pariaman yang juga Sekda Rudy Rilis mengatakan peran ibu selaku bundo kanduang dan anggota Dharma Wanita, sangat penting dalam pembinaan keluarga yang sesuai tuntunan agama dan budaya di Minangkabau. 


"Mereka tidak hanya sebagai pengayom bagi anak-anak dan pendamping suami dalam menjalankan tugas sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN). Tetapi anggota Dharma Wanita juga sebagai wadah untuk mengenalkan adat budaya Minangkabau yang dimulai dari pembinaan dalam kehidupan berumah tangga" ungkap Sekda. 


Menurutnya, Bundo kanduanglah yang akan mewariskan nilai-nilai budaya tersebut. Dia akan menjadi tempat bertanya, suri tauladan bagi lingkungannya, serta memiliki keindahan dalam bersikap dan bertingkah laku.


Sekda Rudy mengapresiasi DWP yang menggelar kegiatan sosialisasi itu. Berarti, DWP Padang Pariaman sudah ikut mendukung Visi Pembangunan Padang Pariaman Berjaya yang diusung Bupati dan Wakil Bupati. Dalam visi tersebut terkandung empat sasaran utama adalah Unggul Berkelanjutan Religius, Sejahtera dan Berbudaya.


Sementara itu, Narasumber Raudah Thaib memaparkan tentang Sistem kekerabatan Matrilinial di Minangkabau. Minangkabau memakai sistem kekerabatan yang berbeda dengan suku suku lainnya di Indonesia. Mereka memakai sistim kekarabatan patrilinial atau garis keturunan ayah. 


"Sistim kekerabatan matrilinial atau garis keturunan ibu tersebut, akan memberikan peran ibu yang lebih besar dalam mengelola rumah tangganya. Sehingga akan menjadikan keluarga sebagai tempat belajar pertama. Juga, ibu akan mengenalkan adat dan budaya Minangkabau bagi anak-anaknya" ujar Bundo Raudah.


Bundo Raudah Thaib juga mengatakan, peran bundo kanduang dalam rumah tangga sangat penting. Dia bukan hanya sebagai seorang ibu, tapi juga sebagai pelindung seluruh anak. Hal itu terungkap sebutan sebagai limpapeh rumah nan gadang, ambun puruik pagangan kunci, pusek jalo kumpulan ikan, serta sebagai tali hiasan di dalam kampuang dan sumarak dalam Nagari.


Terlihat hadir dalam acara itu, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Ny. Yusneli Erza Rahmang selaku Penasehat DWP, Ketua DWP Ny.Yanti Rudy Rilis, Ketua Unit DWP. BPKD Ny. Ergis Taslim. (r-045).





ADSEN KIRI KANAN