Notification

×

Adsense atas

Adsen

Rusia Gempur Pembangkit Nuklir Ukraina, Beberapa Orang Dilaporkan Tewas dan Jutaan Orang Diungsikan

Sabtu, 05 Maret 2022 | 12:30 WIB Last Updated 2022-03-05T09:55:52Z

.


Ukraina - Beberapa orang meninggal atau terluka dalam kebakaran yang terjadi akibat gempuran Rusia di pembangkit nuklir, menurut kementerian luar negeri Ukraina.


Pasukan Rusia menguasai PLTN yang terletak di Ukraina selatan itu pada Jumat (04/03) setelah gempuran yang menyebabkan kebakaran.


Sementara itu, PBB mengatakan setengah juta anak-anak termasuk di antara 1,2 juta orang yang mengungsi dari Ukraina untuk menyelamatkan diri dari perang dalam lebih seminggu ini, Sebagaimana dikutip Okezone.com.


Para pemimpin dunia menyebut serangan di PLTN sebagai hal yang "mengerikan, ceroboh dan tidak dapat diterima."


Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky mengatakan serangan Rusia terhadap PLTN Zaporizhzhya dapat menyebabkan kerusakan "enam kali lebih parah dari Chernobyls."


Kebakaran telah dipadamkan dan para pekerja memonitor PLTN Zaporizhzhia untuk memastikan keamanan dan tingkat radiasi dalam level normal, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Ukraina melalui Facebook.


Bila proses pendinginan bahan bakar nuklir terganggu, bisa terjadi kerusakan radioaktif dalam skala besar.


"Ribuan orang - termasuk warga sipil yang saat ini tiba bisa melakukan evakuasi dari daerah seputar PLTN - akan terdampak," kata pernyataan itu.


Badan pengawas nuklir PBB mengatakan sejauh ini tingkat radiasi dan keamanan reaktor tidak terganggu.


Namun para pakar nuklir mengatakan serangan itu menyebabkan situasi yang penuh risiko.


Bila reaktor dan gedung reaktor rusak, reaktor bisa menjadi panas dan meleleh. Radiasi PLTN dapat menyebar dan dampak mereka yang terpapar akan sangat parah dan lama, termasuk menyebabkan kanker.

Seperti yang diungkapkan presiden, kata pernyataan Kemenlu Ukraina, bencana nuklir di sana bisa lebih buruk dibandingkan Chernobyl and Fukushima.


"Rusia secara sadar melakukan serangan bersenjata ke pembangkit nuklir, tindakan yang melanggar semua perjanjian internasional dalam kerangka Badan Tenaga Atom Dunia, IAEA [International Atomic Energy Agency]," kata pernyataan itu.


Ukraina mendesak komunitas internasional untuk membantu pasukan Rusia angkat kaki dari wilayah itu untuk menjamin keamanan. (*)



ADSEN KIRI KANAN