Notification

×

Adsense atas

Adsen

Pasukan Rusia Disebut Bakal Kewalahan Hadapi Perlawanan Ukraina

Selasa, 01 Maret 2022 | 12:39 WIB Last Updated 2022-03-01T05:39:08Z


Serangan Rusia ke ibu kota Ukraina, Kiev.


Jakarta  -- Pengamat menilai Rusia bakal kewalahan menghadapi perlawanan Ukraina bila tak berhasil menekan negara itu dengan kemampuan pasukan Moskow saat ini.


"Tentara Rusia kewalahan dan berada dalam posisi genting bila perang di Ukraina terjadi berlarut-larut," kata wakil presiden Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS), Seth Jones, dalam unggahan media sosial, dikutip dari CNN.


"Bayangkan ada 150 ribu tentara Rusia di Ukraina, dan dengan populasi 44 juta, rasio kekuatannya adalah 3,4 tentara per 1.000 orang (Ukraina). Anda tidak bisa menguasai suatu wilayah dengan angka tersebut," kata Jones.


Jones juga membandingkan kekuatan pasukan Rusia saat ini dengan perang yang terjadi di dunia sebelumnya. Menurutnya, pendudukan yang berhasil hanya dapat dicapai dengan rasio yang lebih tinggi.


Jones mencontohkan, pasukan Sekutu berhasil menduduki Jerman di 1945 dengan rasio 89,3 tentara per 1.000 penduduk. Pasukan NATO di Bosnia pada 1995 memiliki 17,5 tentara per 1.000 penduduk. Pasukan NATO ke Kosovo pada 2000 memiliki 19,3 tentara per 1.000 penduduk.


Sementara itu, pasukan internasional di Timor Timur memiliki 9,8 tentara per 1.000 penduduk pada 2000.


"Tingginya angka pasukan dan polisi penting untuk membangun hukum dan aturan dasar," tutur Jones lagi.


"Faktanya, angka pasukan Rusia di Ukraina tidak cukup untuk menguasai kota-kota besar di waktu yang lama."


Ia juga menambahkan, bila pasukan Rusia menghadapi perang kota saat pemerintah Ukraina gagal, keuntungan tak akan memihak Rusia.


"Mereka akan berada dalam masalah yang serius akibat perlawanan oleh pemberontak Ukraina," ucap Jones.


Seperti diketahui, Warga Ukraina terus memberikan perlawanan atas invasi Rusia sejak Presiden Vladimir Putin memerintahkan operasi militer ke negara itu Kamis (24/2).


Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, juga memilih berdiam di Kiev untuk berperang melawan Rusia. (*)



ADSEN KIRI KANAN