Notification

×

Adsense atas

Adsen


Masyarakat Minta Inspektorat Audit Dana Desa di Desa Tiga Serangkai

Senin, 07 Maret 2022 | 16:02 WIB Last Updated 2022-03-07T09:03:53Z

.


Nias Barat, fajarharapan.id - Masyarakat desak Inspektorat Nias Barat agar segera melakukan pengauditan tentang penggunaan Dana Desa (DD) Desa Tiga Serangkai, Kecamatan Lahomi, Sumut. Sebab diduga ada berbagai hal yang tidak sesuai dengan prosedur.


Salah seorang masyarakat Desa Tigaserangkai Kecamatan Lahomi dengan inisial AD melaporkan kepada Bupati Cq. Inspektur Kabupaten Nias Barat. Melalui surat laporan masyarakat pada tanggal 21 Februari 2022, perihal pengaduan dugaan korupsi Dana Desa oleh Kepala Desa Tigaserangkai Eferata Daeli, yang diduga telah adanya penyelewengan atau indikasi korupsi dalam pengelolaannya tahun anggaran 2020. 


"Kami berharap supaya laporan ini dapat ditindaklanjuti dan Inspektorat Nias Barat segera melakukan pengauditan agar penggunaan DD Desa Tiga Serangkai bisa sesuai prosedur," ujarnya, Senin (7/3/2022).


Berikut item - item pembangunan  yang diduga pelaksanaannya tidak sesuai spekfikasi atau rencana Anggaran Biaya (RAB), yaitu :

1. Pembangunan Parit gendong saluran pembuangan MCK di Dusun I Tigaserangkai dengan anggaran Rp.100 juta.

2. Lanjutan pembangunan rabat beton di Hiligauko Dusun III dengan anggaran Rp.200 juta.

3. Lanjutan Pembangunan Rabat beton di Durunayaa Dusun II dengan anggaran Rp.427,330 juta.


Dalam laporan tertulis masyarakat  Desa Tigaserangkai diduga kuat adanya indikasi penyelewengan terhadap pelaksanaan pembangunan fisik dan juga pengelolaan keuangan Dana Desa oleh para oknum pelaku-pelaku dana desa.


Adanya dugaan indikasi korupsi di lapangan sebagai berikut :

1. Batu belahan uk.10 x 15, harga RAB Rp. 407.243 / kubik.

Harga pembelian dilapangan hanya Rp.200.000 / kubik.

2. Pasir pasangan beton, harga RAB Rp. 275.243 /kubik.

Harga pembelian di lapangan hanya Rp. 50.000 / kubik.

3. Batu Pecah 2 x 3 Harga RAB Rp. 425.423 / kubik.

Harga pembelian dilapangan Rp. 217.000 /kubik.

Sehingga diduga perkiraan total kerugian masyarakat dan negara dalam pelaksanaan pembangunan tersebut Rp138,442 juta.


Pada Pembangunan parit beton di Dusun I yang menyediakan bahan material batu kali uk.10 x 15 dan pasir pasang di sediakan dan diangkut oleh UD. Fasao Maju di Desa Tigaserangkai namun dalam laporan pertanggung jawaban atau realisasi keuangan terlihat nama orang lain yang ada tertulis.


Setelah awak media mendapatkan informasi ini, kemudian langsung mendatangi pemerintah desa di Kantor Kepala Desa, guna untuk memastikan informasi tersebut. Namun setelah sampai di Kantor Kades, Kepala Desa Tigaserangkai Eferata Daeli tidak ada, sebab sedang dinas luar.


Awak media ingin konfirmasikan hal ini kepada sekdes, tetapi sekdes menyampaikan. "Saya tidak bisa menjawab biar pak kades yang menjawab hal ini," jawab Sekdes.


Hingga naik berita ini, awak media sudah berusaha menghubungi Kepala Desa Tigaserangkai melalui WhatsApp (WA) mengkonfirmasikan tentang kebenaran informasi laporan masyarakat tersebut. 


Dalam balasan WA menuliskan. "Sabar dulu pak perlu saya koordinasi sama PTPKD dan pelaksana kegiatan mengenai hal itu," jawab Kades melalui via WhatsApp. (Regueli Gulo)


adsensen-1

ADSEN KIRI KANAN