Notification

×

Adsense atas

Adsen

Lima Rumah Wartawan Porak-poranda Akibat Gempa di Pasbar, Ada yang Tidak Bisa Ditempati

Rabu, 09 Maret 2022 | 09:54 WIB Last Updated 2022-03-09T02:55:32Z

Pengurus PWI Pasbar Suryandika, Yulison Buyung saat menyerahkan bantuan untuk wartawan yang rumahnya porakporanda akibat gempa.


Pasbar, fajarharapan.id - Lima rumah  wartawan yang bekerja di Pasaman Barat rusak parah akibat gempa yang mengguncang pada Jumat (25/2/2022) lalu.


Kuatnya goncangan gempa tersebut sehingga rumah wartawan mengalami rusak parah dan bahkan nyaris tidak bisa ditempati lagi.


Kelima pekerja dan pemburu berita tersebut diantaranya Wartawan  Harian Umum Posmetro Padang Hendi, portal berita Scintia.com, Idenfi Susanto, Valora.com Robi, Maizen dan wartawan Detiknews.com, Yulisman.


Salah seorang Wartawan Koran Harian Umum Posmetro Padang Hendi menceritakan kepada fajarharapan.id, Rabu (9/3/2922) mengatakan, kejadian gempa itu yang melanda Pasbar yang berpusat di Gunung Talamau dia bersama keluarga selamat.


Saat kejadian dia sempat berlari keluar rumah melalui pintu samping mencari posisi yang aman, sementara istri mengantarkan kedua anaknya ke sekolah.


Namun ia menceritakan , akibat gempa ia khawatir akan kondisi rumahnya yang sudak porak poranda akibat di guncang gempa.


"Rumah saya bagian dalam sudah retak-retak bahkan plafon yang baru siap dipasang ikut ambruk, begitu juga dengan tiang-tiang utama rumah sebagian sudah bergeser dan mengalami retak, dinding juga mengalami hal sama retak dan bagian dinding bagian atas ambruk," ujarnya.


Untuk saat ini keluarganya diungsikan ke rumah sanak saudara yang berada di Jambak sampai kondisi dirasa aman.


Dia mengatakan belum tahu akan pindah dari rumah tersebut yang jelas banyak kenangan maupun perjuangan bersama keluarga dalam membangun rumah ini.


Hal senada juga di sampaikan Wartawan valora.com Idenfi Susanto yang mengatakan, akibat gempa yang mengguncang Pasbar dirinya beserta keluarga selamat. Beruntung kondisi kejadian masih siang hari jikalah Gempa M 6,1  pada malam mungkin cerita lain lagi.


"Ahamdulillah saya beserta istri dan anak-anak selamat, namun kondisi rumah orang tua dan rumah mertua saya mengalami kerusakan parah. Hingga saat ini belum kami tempati lagi, untuk sementara keluarga bersama istri dan anak beristirahat dalam tenda bantuan pemerintah," jelasnya.


Sebagai bentuk solidaritas dan merasakan musibah yang menimpa sejumlah wartawan yang bertugas di Pasbar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Pasaman Barat menyalurkan logistik keperluan sehari-hari kepada wartawan yang terkena dampak musibah gempa tersebut.


Gempa yang melanda Pasaman Barat telah menimbulkan ribuan bangunan rusak dan puluh korban terdampak dan harus mengungsi. Termasuk diantaranya sejumlah wartawan yang menjadi korban.


“Mewakili Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Pasaman Barat, kami datang merasakan dampak musibah gempa yang meluluhlantakan Pasbar yang berpusat di Gunung Talamau. Sebagai bentuk kepedulian sesama rekan-rekan wartawan di Pasbar semoga musibah ada hikmahnya," ujar Ketua PWI Pasbar Suryandika ketika menyerahkan bantuan ke sejumlah wartawan yang jadi korban keganasan gempa tersebut.


"Melalui PWI Pasbar Peduli, hadir. Kendati dengan nilai yang tidak seberapa, mudah-mudahan dapat bermanfaat. Semoga, seluruh korban gempa tabah, ikhlas menerima ujian ini, semoga selalu sehat dan Pasbar segera pulih sehingga bisa seluruh warganya bisa beraktifitas kembali dengan normal,” kata Ketua PWI Pasbar Suryandika diaminkan Sekretaris, Buyung Fajri.


Disamping itu,  Penasehat PWI Pasbar Yulison menambahkan,  bantuan yang diberikan PWI jangan dilihat dari nominalnya, sebab tak akan sebanding dengan duka yang terjadi. Tapi bantuan tersebut, sebagai bentuk rasa persaudaraan PWI Pasaman Barat terhadap sesama rekan se-profesi. Ketulusan PWI kiranya semua korban terdampak untuk dapat segera bangkit dari masa-masa sulit.


“Semoga solidaritas wartawan di Pasaman Barat ke depan semakin kuat,” ujarnya.


Seperti yang dilaporkan Media Center Posko Tanggap Darurat Data Gempa Pasbar pertanggal 08 Maret 2022 dilaporkan sebanyak 10 orang korban meninggal dunia yakni adalah Asri Dewi Lestari (24) warga Jembatan Panjang, Fatih (2) warga Jembatan Panjang Neri Herawati (47) warga Pasa Lamo Kajai, Anismar (70) warga Kajai dan Lawiyah (70) warga Kampuang Pasia Nagari Kajai Kecamatan Talamau.


Kemudian Nur Baya (75) warga Kampung Pasir Jorong Rimbo Batu Kajai Kecamatan Talamau, Ermawati (62) warga Lembah Gunung Kajai, Endra Watib (51) warga Jorong Lubuk Landua Kecamatan Pasaman, Ali Nuar (60) warga Jorong Timbo Nagari Kajai Kecamatan Talamau dan hari ini Erdina (27).


Sementara data Kerusakan permukiman 4.359 unit , fasilitas pendidikan 75 unit, fasilitas kesehatan 18 unit, fasilitas ibadah 40 unit, infrastruktur 26 dan Fasilitas pemerintahan 38 unit sedangkan fasilitas sosial kosong. (By Roni)


ADSEN KIRI KANAN