Notification

×

Adsense atas

Adsen

Harga Batu Bara Dunia Melesat 46 Persen, Tembus 446 Dolar AS per Ton

Kamis, 03 Maret 2022 | 14:47 WIB Last Updated 2022-03-03T07:47:17Z

 

Berdasarkan data di pasar ICE Newcastle hingga pukul 13:46 WIB, harga batu bara kontrak April 2022 menembus 446 dolar AS per ton atau melesat 46,01 persen. (Foto: Ilustrasi/Ist)



JAKARTA - Harga batu bara dunia terus melonjak tanpa henti hingga perdagangan Kamis siang (3/3/2022). Berdasarkan data di pasar ICE Newcastle hingga pukul 13:46 WIB, harga batu bara kontrak April 2022 menembus 446 dolar AS per ton atau melesat 46,01 persen dari sesi sebelumnya 305,45 dolar AS per ton. 


Sementara itu, harga batu bara kontrak Mei 2022 melonjak 48,53 persen di 429,85 dolar AS per ton dari sesi kemarin di harga 289,40 dolar AS per ton. Sementara harga batu bara kontrak Juni 2022 terbang 50,41 persen di 414,15 dolar AS per ton.


Tensi yang memanas antara Rusia dan Ukraina, ditambah sejumlah paket sanksi dari negara-negara barat terus mendorong kenaikan harga batu bara di tingkat global. Rusia selaku eksportir terbesar minyak dan gas alam di Eropa saat ini tengah mendapat gangguan pembiayaan pengiriman di sektor energi akibat sanksi keuangan, sebagaimana dikutip iNews.id.


Dua komoditas andalan ini vital karena menjadi bahan bakar pembangkit listrik, dan merupakan input penting untuk berbagai proses industri. Produksi minyak mentah Rusia merupakan faktor utama di pasar minyak global.


Apabila pasokan gas alam dan minyak dari Rusia terputus, maka pemanfaatan kembali energi fosil, termasuk batu bara berpotensi membesar. Ini akan meningkatkan permintaan di tengah ketatnya pasokan batu bara di tingkat global. Saat demand bertambah, tetapi stok masih terbatas, maka secara otomatis akan mendongkrak harganya di pasaran.


Indonesia sebagai salah satu eksportir batu bara terbesar di dunia dinilai mendapat berkah atas kenaikan harga 'si batu hitam' ini. "Kita tahu bahwa Indonesia adalah salah satu negara terbesar untuk ekspor nikel, kemudian batu bara, kemudian timah, ini akan menopang ekonomi makro Indonesia," ujar Direktur PT TRFX Berjangka Ibrahim Assuaibi, kepada MNC Portal Indonesia beberapa waktu lalu.(*)



ADSEN KIRI KANAN