Notification

×

Adsense atas

Adsen


Harga Batu Bara Diramal Kian Mahal Imbas Perang Rusia-Ukraina

Senin, 07 Maret 2022 | 16:50 WIB Last Updated 2022-03-07T09:50:00Z

 

Harga batu bara diprediksi naik.



JAKARTA - PT Bukit Asam (Persero) Tbk memproyeksi harga batu bara naik pada 2022 karena pengaruh kondisi geopolitik antara Rusia dan Ukraina. Perseroan memprediksi akan terjadi kenaikan harga berkisar 10-20% pada 2022 dibandingkan 2021.


Ini berdasarkan pada kondisi pada 2021, yang mana terjadi peningkatan permintaan yang tinggi terhadap batu bara untuk mendukung menggeliatnya kembali perekonomian global. Namun situasi geopolitik yang terjadi di kawasan Eropa yang sama sekali tak diprediksi sebelumnya membuat harga batu bara terus menanjak.


“Dengan adanya konflik tersebut, PTBA juga menikmati kenaikan harga batu bara,” kata Direktur Utama PTBA Asral Ismail, Senin (7/3/2022), sebagaimana dikutip okezone.com.


Sepanjang Februari 2022, harga batu bara sudah menguat sebesar 38,22% secara month over month. Memasuki Maret, harga batu bara kembali tancap gas dengan menyentuh level 446 dolar AS per ton. Bahkan jika dihitung secara year to date, harga batu bara telah menguat hingga 233,83%.


Walau demikian menguntungkan untuk merambah pasar ekspor, BUMN yang berada di bawah holding Mind ID ini tetap akan memprioritaskan kebutuhan dalam negeri, terutama kebutuhan bahan baku untuk pembangkit milik PLN.


Berdasarkan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) 2022, PTBA memproyeksikan untuk kebutuhan dalam negeri yakni 25% dari total produksi yang merupakan kewajiban DMO perusahaan.


Apabila ada porsi tambahan dari pemerintah, Asral menyatakan perusahaannya siap merevisi RKAP karena sebagai BUMN, pihaknya tak semata-mata mengejar keuntungan tapi lebih mengutamakan kebutuhan dalam negeri.


Pada tahun lalu, PTBA memberikan 57% dari total produksi untuk kebutuhan dalam negeri sementara sisanya baru diekspor.


“Untuk tahun ini juga relatif sama, 57% dan 43%,” kata dia.

Sebelumnya, PTBA mencetak sejarah dalam memperoleh laba bersih selama perusahaan itu berdiri dengan meraup 7,91 t atau 231% dibandingkan tahun sebelumnya. Kemudian, mengumpulkan pendapatan usaha Rp29,26 t atau naik 69% dibandingkan tahun sebelumnya.


Capaian positif ini tak lepas dari kenaikan harga batu bara yang terjadi sepanjang 2021.


Produksi batu bara PTBA pada 2021 mengalami kenaikan 21% dari tahun sebelumnya menjadi 30,04 juta ton. Sementara volume angkut mengalami kenaikan menjadi 25,42 juta ton atau naik tujuh% dari 2020. Sedangkan penjualan batu bara sepanjang 2021 sebesar 28,37 juta ton atau naik sembilan% dari tahun sebelumnya.(*)



adsensen-1

ADSEN KIRI KANAN