Notification

×

Adsense atas

Adsen


Gubernur Sumbar Ragukan Komitmen Manajemen Bank Nagari Untuk Menjadi Bank Syariah.

Senin, 07 Maret 2022 | 23:18 WIB Last Updated 2022-03-07T16:18:18Z

.


Padang - Komitmen Presiden Jokowi untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah pada tahun 2024 disambut baik oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Konversi PT Bank Pembangunan Daerah Sumatra Barat atau Bank Nagari jadi perbankan syariah menjadi salah satu program utama untuk mendukung hal tersebut. 


Namun sepertinya rencana ini belum maksimal dijalankan oleh manajemen bank nagari, karena masih ada beberapa oknum manajemen bank nagari yg berupaya agar hal ini tidak terlaksana. Gubernur Sumbar, Mahyeldi  Abshsrullah secara tegas menyatakan, bagi manajemen yang tidak setuju terhadap konversi bank Nagari menjadi bank syariah, sebaiknya segera mengundurkan diri.


Hal itu disampaikan Gubernur Sumbat saat memberikan sambutan kegiatan Subuh Mubarokah bulanan ASN lingkup Pemprov Sumbar, di Masjid Raya Sumbar, Minggu (6/3/2022).


Menurutnya, keinginan konversi sudah ada sejak periode kepemimpinan gubernur Irwan Prayitno. Kemudian diperkuat lagi pada periode kepemimpinannya saat ini. Apalagi, menurut gubernur konversi ini merupakan wujud nyata dukungan Sumbar terhadap keinginan Presiden RI untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah.


"Kita sudah putuskan bahwasanya 

bank umum nagari dikonversi menjadi bank umum syariah. Itu Sudah diputuskan. Maka saya harap, jajaran direksi dan komisaris tidak ada berfikiran lain dibalik itu, kalau ada, berarti tidak sama semangatnya," ujar Gubernur Mahyeldi.


"Karena itu hari ini saya tegaskan jika seandainya ada jajaran Bank Nagari yang berfikir lain dari yang telah diputuskan, sebaiknya mundur saja," tegasnya.


Penegasan ini disampaikan gubernur karena mengetahui masih adanya pihak manajemen bank nagari yang berusaha melakukan lobi agar konversi bank syariah tidak usah direalisasikan.


"Masih ada juga yang melobi-lobi. Kalau ada yang seperti itu, silahkan lapor, akan saya berhentikan. Sebab pada masa Pak Irwan dulu tahun 2019 juga sudah diputuskan, saat saya gubernur ini ditegaskan lagi, jadi tidak ada cerita lain lagi," sambung Gubernur yang dipanggil akrap Buya itu.


Ditambahkan Gubernur, dukungan pengembangan ekonomi syariah khususnya konversi bank tersebut telah mendapat dukungan dari banyak pihak, khususnya dari para perantau dan pengusaha. Bahkan disampaikan, ada pengusaha Minang yang usahanya ada di seluruh kabupaten di Indonesia dan luar negeri, ingin menaruh uangnya di bank nagari.


Oleh sebab itu, dihadapan ratusan ASN yang hadir dalam kegiatan wirid bulanan tersebut, Gubernur meminta dukungan dari masyarakat Sumbar, untuk mewujudkan misi pemerintah pusat, menjadikan Indonesia pusat ekonomi syariah pada tahun 2024. (MC Diskominfotik Sumbar)


adsensen-1

ADSEN KIRI KANAN