Notification

×

Adsense atas

Adsen


Dua Warga Meninggal Dunia Dampak Banjir dan Longsor di Manado

Minggu, 06 Maret 2022 | 11:23 WIB Last Updated 2022-03-06T09:15:26Z

 

Banjir Manado.



JAKARTA - Bencana banjir dan longsor melanda Kota Manado, Sulawesi Utara, pada Kamis, 3 Maret 2022. Akibat banjir dan longsor yang melanda Kota Manado tersebut, dua warga dilaporkan meninggal dunia. Tak hanya itu, sebanyak 278 jiwa dari 155 kepala keluarga juga dikabarkan turut terdampak.


"Dua warga dilaporkan meninggal dunia dan 278 jiwa dari 155 KK terdampak pada peristiwa banjir serta tanah longsor yang terjadi di Kota Manado, Sulawesi Utara," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari melalui keterangan resminya, Minggu (6/3/2022).


Hasil kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado, banjir terjadi akibat meluapnya Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano, Sungai Sario, Sungai Malendeng dan Sungai Bailang. Aliran sungai meluap setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi, sebagaimana dikutip Okezone.com.


BPBD Kota Manado mencatat, sedikitnya ada 13 kelurahan di lima kecamatan yang terdampak peristiwa itu. 13 kelurahan tersebut yakni, Kelurahan Denlu; Kelurahan Malendeng; Kelurahan Paal Dua; dan Kelurahan Ranomuut di Kecamatan Paal Dua. Kemudian, Kelurahan Ranotana Weru;Kelurahan Karombasan Utara; dan Kelurahan Wanea di Kecamatan Wanea.


Berikutnya, Kelurahan Singkil Dua; Kelurahan Kombos Timur; dan Kelurahan Tenate Tanjung; di Kecamatan Singkil. Selanjutnya, Kelurahan Sumompo di Kecamatan Tuminting dan Kelurahan Taas serta Kelurahan Tikala Baru di Kecamatan Tikala.


"Kerugian materil yang ditimbulkan atas peristiwa itu meliputi 155 unit rumah milik 174 jiwa dari 76 KK terendam banjir dengan tinggi muka air 30-75 sentimeter. Kemudian, 12 unit rumah rusak ringan, 2 unit rumah rusak berat, 2 titik jalan rusak, 1 tanggul jebol dan 104 jiwa dari 51 KK terdampak longsor," beber Muhari.


Sebagai upaya percepatan penanganan banjir dan longsor itu, BPBD Kota Manado telah memberikan bantuan logistik berupa family kit, tikar, sabun, hand sanitizer, selimut, perlengkapan bayi dan dapur.


"BPBD Kota Manado juga terus berkoordinasi dengan lintas terkait untuk asesmen lanjutan hingga pembersihan material lumpur dan sampah yang terbawa banjir," imbuh Muhari.


Sementara itu, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di wilayah Kota Manado dan sekitarnya hingga Senin, 7 Maret 2022, berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).


Menyikapi hal tersebut, BNPB mengimbau kepada seluruh komponen pemangku kebijakan di daerah dan masyarakat agar dapat mengantisipasi adanya potensi bencana susulan yang dapat dipicu oleh faktor cuaca.


"Upaya seperti pemantauan dan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS), pembersihan sampah maupun material lain yang dapat menyumbat aliran air, monitoring kondisi tanggul, jalan dan jembatan hingga pemantauan debit air saat terjadi hujan lebat disarankan perlu dilakukan secara berkala," papar Muhari.


"Untuk kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana susulan, masyarakat di sekitar lereng tebing dan sepanjang aliran sungai agar evakuasi sementara jika terjadi hujan menerus dengan intesitas tinggi selama lebih dari satu jam. Perhatikan kondisi debit sungai dan hindari lereng curam yang minim vegetasi," pungkasnya.(*)



adsensen-1

ADSEN KIRI KANAN