Notification

×

Adsense atas

Adsen

Audiensi Dengan KKP RI, Ini yang Diminta Walikota Pariaman

Rabu, 02 Maret 2022 | 23:25 WIB Last Updated 2022-03-03T09:42:45Z

Walikota Pariaman Genius Umar menyerahkan proposal kepada Dirjen Perikanan Tangkap KKP RI Muhammad Zaini ketika Audiensi Pemko Pariaman dengan KKP di Gedung Mina Bahari (GMB) IV Lantai 16 KKP Jln.Medan Merdeka Timur No.16 Jakarta (foto.dok.mcp)


Kota Pariaman, fajarharapan.id - Audiensi Dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, ini yang diminta Walikota Pariaman, Genius Umar. Audiensi ini dilakukan di Gedung Mina Bahari (GMB) IV, Lantai 16, KKP RI, Jalan Medan Merdeka Timur No. 16 - Jakarta Pusat, Rabu siang (02/03/22).


Rombongan Pemerintah Kota Pariaman ini terdiri Asisten II, Elfis Candra, Kadis PUPRP Arizal dan jajaran, Kadis Pertanian Pangan dan Perikanan Dasril dan jajaran, Kadis Perhubungan Afwandi, dan diterima  beberapa Direktorat Jenderal (Dirjen). Yakni Dirjen Perikanan Tangkap, Dirjen Perikanan Budidaya dan Dirjen Pemanfaatan Ruang Laut, Asisten dan Staf Khusus Menteri, Karo Perencanaan serta Katimlak Unit Kerja Menteri.


Dalam Audiensi ini, Wako Genius Umar memaparkan tentang Pembangunan Kelautan dan Perikanan Kota Pariaman, serta potensi bahari dan wisata yang ada di Kota Pariaman. Kini, Kota Pariaman menjelma menjadi destinasi wisata bahari. Apalagi pembangunan dengan konsep Water Front City (WFC) yang sedang dikembangkan beberapa tahun belakangan ini.


"Kota Pariaman sedang menata kawasan tepi pantai dan sungainya menjadi kawasan yang menarik. Kita sedang menata pembangunan Kampung Nelayan di Desa Naras I, Kecamatan Pariaman  Utara, juga Pembangunan Dermaga Perikanan untuk Nelayan di kawasan pesisir utara tersebut," ujarnya.


Genius yang memahami betul program-program yang ada di pusat, khususnya di KKP RI. Hal itu, agar dapat disinkronkan dengan program yang ada di daerah ini. Seperti program Kampung Nelayan, Program Kampung Perikanan Budidaya, dan Program Pembangunan Dermaga Perikanan.


"Dengan adanya Penataan Kampung Nelayan ini, akan menjadi tertata dengan baik dengan sarana dan prasarana pendukungnya, mulai dari bantuan untuk nelayan dan para UMKM nya. Sehingga ekonomi daerah tersebut akan tumbuh nantinya," jelasnya.


Lulusan S3 IPB ini juga menuturkan Program Kampung Perikanan Budidaya, merupakan suatu kawasan yang berbasis komoditas unggulan atau komoditas lokal. Hal demikian, disinergikan dengan berbagai potensi untuk mendorong berkembangnya usaha pembudidayaan ikan yang digerakkan masyarakat.


"Selain itu, agar terwujud usaha pembudidayaan ikan yang berdaya saing dan berkelanjutan, serta menjaga kelestarian sumber daya ikan. Sehingga, akan mampu menjamin produksi yang berkelanjutan dan terjadwal,” tukasnya.


Wako Genius Umar menjelaskan KKP berpesan untuk mewujudkan "Perikanan Terukur". Yakni menangkap ikan itu, ada maksimumnya, yang tidak merusak lingkungan.


"KKP sebelumnya telah memberikan bantuan kepada Kota Pariaman, seperti Dermaga Pulau Angso Duo, dan Apar Pariaman Mangrove Park, dan mereka meminta dampak ekonomi kepada masyarakat terhadap bantuan yang telah diserahkan tersebut, dan nantinya akan dijadikan best practice di indonesia nantinya," sebut dia. 


Ia juga menerangkan sangat besar dampak ekonomi yang ditimbulkan terhadap bantuan yang diterima dari KKP oleh Kota Pariaman, mulai dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sampai masyarakat sekitar yang meningkat derajat ekonominya. 


"Pun berkat UMKM dan kreasi mereka dalam memanfaatkan banyaknya kunjungan wisatawan di dua lokasi tersebut. Dalam hal ini, sangat bisa  dijadikan percontohan untuk daerah lainya di Indonesia" tutupnya. (mcp-045).



ADSEN KIRI KANAN