Notification

×

Adsense atas

Adsen


Aliansi Peduli Pasar Avidjan Imbau Pemkab Keerom Wujud Kepedulian Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Senin, 07 Maret 2022 | 20:46 WIB Last Updated 2022-03-07T13:47:42Z

Tim Aliansi Peduli Pasar Avidjan Kabupaten Keerom..(Foto : NR/fajarharapan.id)


Keerom, fajarharapan.id - Guna mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Keerom,  Papua, Aliansi Peduli Pasar Avidjan yang di backup enam organisasi, melakukan aksi imbauan kepada seluruh pihak, dengan mengajukan beberapa poin penting kepada pemerintah daerah dan DPRD.


Enam organisasi tersebut antara lain, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Himpunan Mahasiswa Boda (HIMABODA), GMKI, LSM Gempur, Pemuda Inspiratif dan Pemuda Saireri 


Aksi imbauan tersebut dimulai hari ini hingga 21 Maret 2022, rumusan materi di dorong ke pemerintah daerah dan DPRD dengan tujuan menjadikan Pasar Avidjan sebagai leader perekomomian di Kabupaten Keerom.


Di dorongnya poin poin penting aksi imbauan tersebut kepada pemerintah dan DPRD di dasari pada, kondisi pengembangan ekonomi di Kabupaten Keerom yang merosot tajam ke bawah akibat Pasar Avidjan sebagai pasar sentral tak menghasilkan output yang baik bidang pengembangan perekonomian daerah.


Catatan terpenting yang dirangkum fajarharapan.id dari sejumlah organisasi tersebut yaitu, mendorong pemerintah menertipkan seluruh ASN Keerom yang masih berdomisili di kota dan Kabupaten Jayapura wajib tinggal di Kabupaten Keerom.


Selain itu, perumahan pegawai yang telah dibangun pemerintah daerah segera gunakan, agar sebagian ASN tidak berdomisili di kota dan Kabupaten Jayapura.


Selanjutnya, kendaraan roda empat dengan rute Wamena - Jayapura yang melintasi Keerom diwajibkan membayar retribusi ke Pasar Avidjan


Catatan berikutnya adalah seluruh kendaraan angkot, rute Keerom - Jayapura diwajibkan bermarkas di Terminal Avidjan, serta seluruh masyarakat Keerom diharapkan melakukan aktifitas jual beli di Pasar Avjdjan, bukan ke Pasar Youtefa yang ada di Kota Jayapura.


Ketua Aliansi Peduli Pasar Avidjan, Betty Della Borotian, didampingi sejumlah Ketua Organisasi dalam stetementnya di Kampung Yowong, (Senin 7/3/2022), minta pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Keerom, untuk segera rumuskan peraturan daerah terkait beberapa usulan di atas, serta dapat memberikan tanggapan balik atas usulan tersebut.


Kata Betty Della Borotian, dikeluarkan imbauan ini karena merasa prihatin atas macetnya Pasar Avidjan sebagai pusat pengembagan ekonomi daerah yang hingga kini terlihat sepi setiap saat akibat minimnya pembeli.


Selama ini nyatanya, para petani walau setiap hari mengakses hasil pertanian mereka maupun sejumlah barang dagangan mereka, namun terlihat tak laku akibat tidak adanya pembeli. 


Masyarakat lebih suka melaksanakan aktifitas jual beli di Pasar Youtefa Kota Jayapura karena jangkauan yang masih dekat, hal ini mengakibatkan Pasar Avidjan sebagai pasar sentral di Kabupaten Keerom ibarat bangunan kumuh.


Menurut Della Borotian, Posisi Pasar Avidjan saat ini memang terlihat sepi, imbasnya adalah perputaran ekonomi di Kabupaten Keerom merosot ke level bawah.


"Kami sebagai organisasi yang peduli terhadap pengembangan ekonomi di Kabupaten Keerom, hari ini kami melakukan aksi imbauan dengan tujuan agar Pasar Avidjan dapat difungsikan sebagai pusat sentral ekonomi di Kabupaten Keerom," tambahnya.


Lebih lanjut Della Borotian menjelaskan, selama ini Pasar Avidjan sama sekali tidak berfungsi akibat, minimnya pembeli, 80%. Aparatur Sipil Negara (ASN) tinggal di Kota dan Kabupaten Jayapura, bahkan aktifitas perdagangan masyarakat Keerom tertumpu pada Kota Jayapura 


Hal ini berimbas pada rendahnya nilai pajak daerah dan turunnya pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Keerom ke level terrendah.


Melalui aksi imbauan ini, dia berharap ada tindaklanjut dari pihak pemerintah daerah dan DPRD serta pihak-pihak yang memiliki kepentingan di daerah ini, agar bersama sama mendorong pengembangan ekonomi di daerah ini yang lebih baik dan maju. (NR)


adsensen-1

ADSEN KIRI KANAN