Notification

×

Adsense atas

Adsen

Vladimir Putin dan 'Nafsu' Serang Ukraina

Senin, 28 Februari 2022 | 13:38 WIB Last Updated 2022-02-28T06:38:10Z

 

Presiden Rusia Vladimir Putin.


Jakarta - Presiden Rusia, Vladimir Putin menarik perhatian dunia setelah negara itu melakukan serangan ke Ukraina, Kamis (24/2). Putin secara tegas memerintahkan perang berkobar di Ukraina meskipun ditentang banyak negara.


Putin memang terkenal tegas dan keras. Sebelum menjadi presiden, pria kelahiran 7 Oktober 1952 itu adalah perwira intelijen Rusia atau KGB.


Putin menjadi anggota KGB selama kurang lebih 15 tahun. Dia pensiun dari dinas aktif KGB pada 1990. Ia menjabat sebagai presiden sejak 7 Mei 2012 yang sebelumnya adalah seorang perdana menteri pada periode 1999 hingga 2000. Jabatan itu berlanjut menjadi presiden, sebagimana dikutip CNNindonesia.com


Atas dasar inilah Putin juga disebut-sebut sebagai penguasa terlama di medio 2000an.


Apa yang membuat Putin nafsu menyerang Ukraina?


Putin menyebut serangan itu dia lakukan karena ada permintaan bantuan dari masyarakat Donbas. Masyarakat di sana meminta bantuan Rusia dari pelecehan dan dugaan genosida yang dilakukan Ukraina.


Tetapi banyak yang menyebut alasan sebenarnya adalah keinginan Ukraina untuk bergabung dengan Organisasi Pertahanan Militer Atlantik Utara (NATO) yang berpotensi mencoreng "muka" Puti di dunia.


NATO atau North Atlantic Treaty Organization merupakan lembaga yang bertujuan untuk menjamin stabilitas di sepanjang perbatasan Eropa. NATO awalnya hanya membendung pengaruh komunisme di negara-negara kawasan Atlantik Utara.


Kini peran NATO lebih dari itu. Lembaga ini berperan untuk melindungi perdamaian setiap negara yang bergabung di dalamnya.


Jika ada negara yang diserang maka negara lain yang juga tergabung dalam NATO diwajibkan untuk membantu negara tersebut.


Ukraina memang baru-baru ini memiliki keinginan untuk bergabung dengan NATO, namun ditentang oleh Putin sampai akhirnya membatalkan niat bergabung dengan NATO.


Kendati Ukraina menyatakan batal bergabung dengan NATO, Putin masih tetap melancarkan serangan terhadap negara itu. Ukraina pun memberikan perlawanan dengan sekuat tenaga sampai sejumlah negara memberikan bantuan peralatan militer.(*)



ADSEN KIRI KANAN