Notification

×

Adsense atas

Adsen

Berani Beda, Myanmar Dukung Serangan Rusia ke Ukraina dan Puji Presiden Putin

Senin, 28 Februari 2022 | 15:48 WIB Last Updated 2022-02-28T08:48:08Z

 

Myanmar mendukung serangan Rusia ke Ukraina



MOSKOW - Myanmar punya sikap berbeda dibandingkan kebanyakan negara soal serangan Rusia ke Ukraina, yakni mendukung. Disebutkan, Rusia punya hak untuk membela kepentingan nasional. 


Juru bicara militer Myanmar Zaw Min Tun mengatakan kepada kantor berita Sputnik, Rusia melakukan tindakan yang diperlukan untuk menjaga kedaulatan negara.


"Pertama, menurut saya, dalam situasi terkait Ukraina, Rusia mengambil tindakan yang diperlukan untuk mempertahankan dan memperkuat kedaulatannya. Kedua, Rusia, sebagai kekuatan besar, memastikan keseimbangan kekuatan dunia yang memungkinkan untuk menjaga perdamaian dunia," kata Zaw Min Tun, sebagimana dikutip iNews.id.


Dia beharap Rusia bisa mengalahkan bentuk kolonialisme modern, merujuk pada Amerika Serikat (AS) yang sudah bergerak lebih dekat ke perbatasan Rusia untuk mengganggu kedaulatan.


"Situasi di sekitar Ukraina bukan hanya masalah kedua negara. Presiden, pemerintah, dan rakyat Rusia wajib untuk merespons situasi geopolitik yang terjadi di dunia, di mana Ukraina hanya salah satu penghubungnya," ujarnya. Dia juga menegaskan keputusan yang diambil pemimpin Rusia bertujuan melindungi kepentingan nasional serta menunjukkan persatuan rakyat Rusia. Menurut Zaw Min Tun, Presiden Vladimir Putin dan komponen bangsa Rusia punya visi mengenai perpolitikan dunia.


"Presiden Vladimir Putin, pemerintah, dan rakyat Rusia telah menunjukkan kepada dunia mereka memiliki visi lebih luas tentang masalah politik dunia dan bahwa Rusia bisa dan harus melindungi kepentingan dan persatuan nasional," katanya. Kesempatan itu juga manfaatkan Zaw Min Tun untuk menyinggung negara Barat yang mendukung kelompok oposisi Myanmar yang menentang kudeta Aung San Suu Kyi pada 1 Februari 2021. Dia mengenang bagaimana negara-negara Barat membiayai kelompok oposisi seraya menyebutkan, krisis Ukraina saat ini disebabkan keengganan AS untuk memberikan jaminan keamanan kepada Rusia. 


"Hari ini, Ukraina sepenuhnya mengikuti kebijakan dan ideologi blok negara-negara Barat. Situasi ini mengakibatkan Rusia mengajukan tuntutannya secara tepat untuk keamanannya, tapi kami melihat Amerika tidak menanggapi dan terus melakukan tindakan yang tidak menjawab solusi permasalahan. Kami melihat dampak dari semua ini sekarang," ujarnya.(*)


ADSEN KIRI KANAN