Notification

×

Adsense bawah

Adsen


Sudah 1.000 Ton Lebih Ikan Mati Mendadak di Maninjau Maninjau

Sabtu, 01 Januari 2022 | 07:16 WIB Last Updated 2022-01-01T00:16:13Z

Ikan mati di Danau Maninjau. (ist)


Maninjau - Petani jala apung Danau Maninjau, Kabupaten Tanjung Raya, Agam, Sumatera Barat (Sumbar) mengalami kerugian yang sangat besar. Selama Desember 2021 ikan peliharaan mati mendadak telah mencapai 1.000 ton lebih.


Bahkan potensi ikan mati berpotensi terus bertambah. Meski persoalan itu sudah berulang kali terjadi, namun pemerintah belum ada juga solusinya, akibatnya petani ikan di selingkaran Danau Maninjau mengalami kerugian ratusan juta rupiah.


Salah seorang warga Maninjau menyebutkan, jumlah ikan mati di keramba jaring apung milik petani di Danau Maninjau berptensi terus bertambah. Sebab sampai saat ini pemerintah belum juga dapat mengatasinya, meski pun hal serupa sudah berulang kali terjadi di setiap tahun.


"Kami berharap ke depan pemerintah Agam dan Sumbar dapat mencarikan solusinya, agar petani keramba jaring apung tidak merugi," ujar Katik salah seorang warga Maninjau kepada media ini, Sabtu (1/1/2022).


Sebagaimana diketahui, kematian ikan kali ini juga disebabkan oleh cuaca ekstrem yakni angin kencang yang melanda daerah itu.


Akibatnya, sedimen pakan ikan yang mengendap di dasar naik ke permukaan danau. Hal ini membuat kadar oksigen menjadi berkurang sehingga ikan di dalam keramba jaring apung mengalami pusing dan mati.


Kematian ikan masih berpotensi terjadi hingga Februari tahun depan. Hal ini berdasarkan pengalaman tiap tahun fenomena angin kencang terjadi mulai Oktober hingga Februari. (yanto)


ADSEN KIRI KANAN