Notification

×

Adsense atas

Adsen


Polisi Tangkap Dokter Kecantikan Gadungan di Padang

Kamis, 20 Januari 2022 | 07:30 WIB Last Updated 2022-01-20T00:30:04Z

  

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu.

PADANG -  Polisi menangkap dokter palsu di Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Pelaku seorang wanita berinisial PR (24) yang mengaku sebagai dokter kecantikan.


Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu mengatakan, pelaku ditangkap di Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang pada Selasa (18/1/2022).


"Penangkapan ini dilakukan setelah adanya informasi dari masyarakat," kata Satake, Rabu (19/1/2022), sebagaimana dikutip iNews.id.


Dia menambahkan, masyarakat melaporkan adanya kegiatan praktek dokter yang menggunakan alat, metode atau cara lain dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, yang menimbulkan kesan seolah-olah yang bersangkutan adalah dokter.


"Pelaku melakukan kegiatan praktik seolah-olah dokter yang memiliki izin di toko atau studio kecantikan dengan inisial PY dengan pemiliknya adalah PR, padahal dirinya bukan dokter maupun tenaga kesehatan," kata dia.


Dia melanjutkan, pelaku melakukan kegiatan sulam alis, sulam bibir, sulam tahi lalat, pemasangan bulu mata.


"Kemudian, Venner atau meningkatkan tampilan gigi atau memutihkan gigi, pembuatan lesung pipit (dimple), Filler, Botox, tanam benang pada hidung, wajah atau kuping dengan tarif harga dari Rp500.000 hingga Rp5,5 juta," katanya.


Satake mengatakan, dari hasil penangkapan, petugas menemukan alat-alat yang seharusnya dipergunakan oleh dokter untuk melakukan praktik kedokteran.


"Namun pelaku ini tidak memiliki izin dalam menggunakan alat-alat tersebut," kata dia.


Dari hasil pemeriksaan, wanita berinisial PR hanya memiliki sertifikat pelatihan kecantikan dari VAN Sulam Alis & Academy tertanggal 26 Juli 2016.


Surat itu menyatakan bahwa PR terdaftar telah mengikuti kursus Basic Eyelash Extension, dan sertifikat tertanggal 23 Mei 2017 mengikuti kursus Basic lengkap sulam alis dan bibir.


Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 78 jo Pasal 73 ayat (2) UU Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dan Pasal 83 jo Pasal 64 UU Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan dengan ancaman hukuman lima tahun pidana kurungan. (*)



adsensen-1

ADSEN KIRI KANAN